Ini Strategi Pemerintah Siasati Perubahan Defisit APBN

"Melanjutkan investasi melalui BUMN"
Ilustrasi (http://www.kemenkeu.go.id/)

KLIKPOSITIF - Pemerintah akan memanfaatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Surat Berharga Negara (SBN) untuk membiayai perubahan target defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016.

Dilansir dari laman kemenkeu, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati target defisit dalam APBN-P 2016 sebesar Rp296,7 triliun, atau 2,35 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut lebih kecil dari target yang diusulkan oleh pemerintah dalam Rancangan APBN-P 2016, yaitu sebesar Rp313,3 triliun, atau 2,48 persen dari PDB. Selain memanfaatkan SAL dan SBN, pemerintah juga akan mengambil beberapa kebijakan penting di sisi pembiayaan anggaran.

"Diantaranya melanjutkan investasi melalui BUMN (Badan Usaha Milik Negara), penyediaan dana untuk pembebasan lahan dalam rangka pembangunan infrastruktur, serta mendukung sustainabilitas program BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan,” ujar Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta beberapa waktu lalu.