Menelusuri Produksi dan Penyulingan Pala di Pariaman, Tetap Bertahan Meski Harga Terus Anjlok

"Dahulu dari penyulingan minyak pala ini kami bisa mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan, karena saat itu harga 1 kilogram minyak pala di hargai Rp1.000.000"
Ayang Ipo dan Alat Penyulingan Pala (KLIKPOSITIF/ Rahesa)

PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Pala merupakan tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomis dan multiguna, Di Kota Pariaman sendiri tepatnya di Dusun Koto Kaciak, Desa Pauh Timur, ternyata sejak Tahun 2004 sudah ada pabrik penyulingan minyak pala.

Pabrik ini didirikan oleh Nurdin Ipo atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ayang ipo yang menjalin kerjasama dengan temannya dari Aceh yang bernama Rahmat.

Berdasarkan keterangan Ayang Ipo, awalnya pabrik penyulingan pala ini dikerjakannya dengan seorang teman bernama Rahmat hingga Tahun 2016. Ayang Ipo sebagai pemilik lahan dan Rahmat sebagai pemilik modal sekaligus pengelolanya.

"Dahulu dari penyulingan minyak pala ini kami bisa mendapatkan keuntungan yang cukup lumayan, karena saat itu harga 1 kilogram minyak pala di hargai Rp1.000.000,- sehingga kami bisa memberikan bonus kepada para pekerja diluar gaji yang mereka terima" jelasnya, Senin 22 April 2019.

Untuk ketersedian bahan, kata Ayang Ipo, mereka tidak pernah kekurangan karena bahan-bahan tersebut bisa dapatkan dari Daerah Mentawai, Pesisir, Solok, Sei.Geringging, Padang Alai, Maninjau, bahkan di Daerah Kabupaten Padang Pariaman buah pala ini banyak di tanam dengan hasil yang melimpah.

Dijelaskannya juga, untuk buah yang bagus di suling itu adalah buah pala yang berukuran kecil-kecil dan muda juga bunga pala yang berwarna putih, sehingga minyak pala yang dihasilkan dari penyulingan tersebut berkualitas baik dan mempunyai aroma yang sangat khas sekali.

"Untuk sekali masak minyak pala tersebut bisa memakai sembilan atau dua belas ketel (nama tempat untuk penyulingan minyak pala) tergantung dari banyaknya bahan yang datang. Satu ketel tersebut bisa memuat 275 kilogram buah pala dan 25 kilogram bunga pala, jadi sekali masak satu ketel tersebut bisa menampung 300 kilogram bahan minyak pala, sedangkan untuk minyak yang dihasilkan dari satu ketel tersebut adalah sebanyak 30 kilogram," ... Baca halaman selanjutnya