Minyak Mentah Berjangka Naik di Perdagangan Asia Pagi Ini

"Meningkatnya kekhawatiran banjir minyak global"
Seorang pekerja terlihat pada jack pompa pada Buzovyazovskoye lapangan minyak milik perusahaan Bashneft utara dari Ufa, Bashkortostan, Rusia, 11 Juli 2015. (REUTERS / SERGEI KARPUKHIN )

KLIKPOSITIF - Harga minyak mentah naik di awal perdagangan Asia setelah mengalami kerugian besar di sesi sebelumnya. Hal ini karena didorong oleh meningkatnya kekhawatiran banjir minyak global setelah data bearish terbaru dari Amerika Serikat.

Minyak mentah Brent naik 37 sen ke $ 46,63 per barel dari perdagangan sebelumnya yang sempat jatuh ke $ 2,21, atau 4,6 persen ke posisi $ 46,26 per barel. Minyak mentah AS naik 43 sen menjadi $ 45,18 per barel. Kontrak tersebut jatuh $ 2,05, atau 4,4 persen yang ditutup pada $ 44,75 di sesi sebelumnya.

Dilansir dari laman reuters, stok minyak mentah di Amerika Serikat turun kurang dari yang diperkirakan pekan lalu, sedangkan persediaan distilat naik secara besar-besaran sejak Januari. "Dan stok bensin secara tak terduga meningkat," ungkap Administrasi Informasi Energi (EIA), Rabu (13/7).

EIA mengatakan persediaan minyak mentah turun 2,5 juta barel pekan lalu atau kurang dari drop 3 juta barel. Laporan ini menekan harga di pasar setelah Badan Energi Internasional memperingatkan kekenyangan minyak dunia dan mengatakan lonjakan stok minyak mentah telah mendorong floating storage ke tertinggi tujuh tahun terakhir.