Kembangkan UMKM, Pertamina Salurkan Modal Udaha dan Pelatihan

"Selama Januari hingga Mei 2019, khusus di Sumbar kami menyalurkan permodalan UMKM senilai 615 juta rupiah"
Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo (kiri) menyerahkan dana modal bergulir secara simbolis kepada salah satu pelaku UMKM di Sumbar. (Riki S)

PADANG, KLIKPOSITIF - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini mendominasi 99,9 persen dari total 57,89 juta unit usaha di Indonesia. Namun akses permodalan masih menjadi salah satu hambatan perkembangan UMKM. International Finance Corporation (IFC) mencatat hanya 29 persen UMKM yang mendapat pinjaman dari lembaga keuangan.

Untuk mendukung peningkatan UMKM, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I menyalurkan modal bergulir melalui Program Kemitraan (PK) kepada enam pelaku UMKM di Sumatera Barat (Sumbar).

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo, mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan penyaluran modal UMKM sebesar Rp16 miliar. "Selama Januari hingga Mei 2019, khusus di Sumbar kami menyalurkan permodalan UMKM senilai 615 juta rupiah," ucap Roby.

Disamping penyaluran modal bergulir, Pertamina, lanjut Roby, juga mengembangkan UMKM binaannya melalui pelatihan. Pengembangan usaha UMKM dilakukan melalui dukungan promosi, seperti mengikutkan mitra binaan dalam pameran skala lokal, nasional maupun internasional.

Syarat untuk menjadi mitra binaan Pertamina mudah. Cukup mengisi formulir standar dari Pertamina. Kemudian kami lakukan survey untuk appraisal. Jika cocok, dana pinjaman langsung disalurkan.

"Kami membuka akses permodalan PK kepada lebih banyak lagi pengusaha UMKM. Semoga dapat mendukung lebih banyak lagi pelaku UMKM di Sumbar," ujarnya.

Salah satu pelaku UMKM Sumbar binaan CSR Pertamina bernama Ida Arleni yang merupakan pemilik usaha bisnis sulam Ambun Suri, menuturkan bahwa dirinya sudah menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2015. Ia mengisahkan, tak mudah merintis bisnis usaha sulam ini, sempat pula mengalami kemunduran akibat krisis moneter tahun 90-an

"Ambun Suri ini didirikan Ibu saya pada tahun 1975. Kemudian usaha ini diserahkan kepada anak-anaknya, termasuk saya. Menyulam sudah menjadi kerajinan yang mendarah daging di keluarga," kata Ida. Awalnya ia ... Baca halaman selanjutnya