Sudah Direvisi, Ini Harga Tiket Pesawat Terbaru dan Berlaku Besok

ilustrasi tiket pesawat
ilustrasi tiket pesawat (net)

KLIKPOSITIF -- Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merevisi aturan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat kelas ekonomi. Aturan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri (KM) Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 yang merevisi aturan sebelumnya KM 72 Tahun 2019.

Dalam aturan itu, ditetapkan bahwa ada penurunan TBA sekitar 12-16 persen. Penurunan ini berlaku ke semua level penerbangan kelas ekonomi dan pada pesawat bermesin jet. Lantas, berapakah penurunan tarif tiket pada aturan tersebut pada rute-rute favorit?

baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Core Minta Pemerintah Cari Solusi

Berdasarkan salinan aturan yang diterima, beberapa rute favorit, TBA mengalami penurunan. Misalnya, Jakarta-Padang yang pada aturan sebelumnya TBA sebesar Rp1,7 juta, kini aturan baru dibanderol Rp1,4 juta.

Namun, masyarakat harus bersabar, karena aturan tersebut baru berlaku pada Sabtu (18/5) besok.
Adapun berikut TBA dengan rute dari Jakarta ke beberapa destinasi.

  • Jakarta-Jambi = Rp1,1 juta
  • Jakarta-Jayapura = Rp4,6 juta
  • Jakarta-Kendari = Rp2,1 juta
  • Jakarta-Kupang = Rp2,6 juta
  • Jakarta-Labuan Bajo = Rp1,9 juta
  • Jakarta-Lombok Praya = Rp1,3 juta
  • Jakarta-Lubuk Linggau = Rp1,07 juta
  • Jakarta-Luwuk = Rp2,2 juta
  • Jakarta-Makassar = Rp1,8 juta
  • Jakarta-Malang = Rp1,1 juta
  • Jakarta-Mamuju = Rp1,8 juta
  • Jakarta-Manado = Rp2,6 juta
  • Jakarta-Medan = Rp1,7 juta
  • Jakarta-Merauke = Rp4,5 juta
  • Jakarta-Palangkaraya = Rp1,4 juta
  • Jakarta-Palembang = Rp844 ribu
  • Jakarta-Semarang = Rp796 ribu
  • Jakarta-Solo = Rp906 ribu

Namun jangan lupa, TBA di atas belum tarif bersih yang diterima masyarakat. TBA tersebut akan ditambahkan biaya yang harus dibayarkan penumpang. Komponen tarif tidak hanya pada biaya operasional dan bahan bakar saja, tetapi juga biaya lainnya.

baca juga: Pemerintah Diminta Cari Alternatif Selain Diskon 50 Persen

"Terkait penentuan dasar tarif tidak hanya dipengaruhi oleh single factor tapi multi factor diantaranya biaya operasional penerbangan, jasa kebandarudaraan (PSC), jasa pelayanan navigasi penerbangan, pajak, asuransi dan lain-lain. Beberapa komponen ini sangat dipengaruhi oleh kurs dolar terhadap rupiah," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti. (*)

sumber: Suara.com

baca juga: Pekan Depan, Pemerintah akan Turunkan Harga Tiket Pesawat

Penulis: Agusmanto