Raup Untung dari Laris Manisnya Kue Sapik Jelang Lebaran

"Untuk satu pak yang Etek bungkus ini dijual seharga Rp20 ribu. Tahun kemarin harganya cuma Rp15 ribu, lantaran harga gula sekarang naik maka harga juga dinaikan"

AURMALINTANG, KLIKPOSITIF -- Memasuki pertengahan bulan puasa tahun ini, seperti biasa warga telah mulai membuat kue lebaran.

Kue lebaran sudah men-tradisi di masyarakat, bahkan jika tak sempat membuat kue lebaran masyarakat akan membelinya untuk disuguhkan pada tamu saat lebaran.

Situasi itu dimanfaatkan oleh One yang akrap disapa Etek One, warga Aur Malintang. Sudah 5 tahun ia menekuni pekerjaan musiman itu, membuat kue lebaran.

"Setiap tahun kue yang saya buat berbeda-beda. Sekarang fokus pada kue jepit (kue sapik) sebab pesanan dari pembeli atau pedagang banyak pada kue jenis itu," jelas Tek One pada KLIKPOSITIF di rumahnya, Aur Malintang 22 Mei 2019.

Kue sapik, kata Tek One, dibuat dengan adonan tepung beras, gula pasir, telur, santan kelapa dan rempah lainnya.

"Untuk satu pak yang Etek bungkus ini dijual seharga Rp20 ribu. Tahun kemarin harganya cuma Rp15 ribu, lantaran harga gula sekarang naik maka harga juga dinaikan, " sebutnya.

Kue Sapik yang dibuat Tek One dikenal dengan rasa manis dan renyah. Sudah menahun dia melakoni kegiatan tersebut. Setiap tahun warga sekitar atau pedagang sudah tau betul rasa kue sapik yang dibuat Etek One dan memesan padanya.

"Iya, sebagian besar peminat selain dari kalangan pedagang juga dari rumah tangga. Mereka setiap tahun langganan pada Etek," jelasnya.

Dia juga menjelaskan, dari penjualan kue sapik dirinya meraup untung hingga Rp2 juta rupiah.

"Ya untungnya lumayanlah, dua jutaan. Lagian ini bisa dilakukan saat menanti waktu berbuka puasa. Jadih kenapa tidak untuk usaha seperti ini, " ungkapnya.

Diketahui, kue sapik merupakan kue khas Sumatera Barat, bentuknya mirip dengan kue semprong. Dari dulu hingga sekarang, kue sapik menjadi menu utama saat lebaran. (RHS)