Pasca Lebaran Realisasi Elpiji Dikembalikan ke Konsumsi Normal, Pertamina MOR I Sumbagut: Bukan Pengurangan Pasokan

Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR I, Roby Hervindo memberikan kata sambutan saat menghadiri Media Gathering Pertamina MOR I Sumbagut di Bandung, Jumat, 21 Juni 2019.
Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR I, Roby Hervindo memberikan kata sambutan saat menghadiri Media Gathering Pertamina MOR I Sumbagut di Bandung, Jumat, 21 Juni 2019. (riki s)

PADANG, KILIKPOSITIF - Konsumsi elpiji subsidi maupun non subsidi di wilayah Sumbagut, meningkat selama periode lebaran 1 Mei hingga 18 Juni 2019 atau selama ramadan dan lebaran 1440 Hijriah. Bahkan peningkatannya,rata-rata mencapai 100 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018.

Kendati begitu, pihak Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut, menegaskan bahwa realisasi elpiji subsidi maupun non subsidi untuk daerah Sumbagut akan dikembalikan ke konsumsi normal dalam waktu dekat ini.

"Untuk itu, perlu kami tegaskan bahwa pengembalian realisasi elpiji ke konsumsi normal itu bukan pengurangan pasokan. Jadi, jangan sampai terjadi mispersepsi pengurangan pasokan," kata Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR I, Roby Hervindo, di Bandung, Jumat, 21 Juni 2019.

Baca Juga

Realisasi elpiji itu meningkat, kata Roby melanjutkan, tidak hanya pada ramadan dan lebaran, tapi juga pada hari-hari tertentu seperti idul adha, Natal dan tahun baru. "Ini wajar, karena memang kebutuhannya meningkat," ujarnya.

Roby menjelaskan untuk Sumut, realisasi elpiji subsidi pada hari normal sebanyak 400.000 tabung per harinya. Kemudian pada periode 1 Mei hingga 18 Juni 2019, meningkat menjadi 432.178 tabung perhari. Kemudian untuk elpiji non subsidi dari 113 Metrik Ton per hari, naik menjadi 117 Metrik Ton perhari.

Untuk Sumbar, realisasi elpiji non subsidi normalnya sebanyak 109.666 tabung per hari, kemudian pada periode 1 Mei hingga 18 Juni 2019, naik menjadi 118.061 tabung per hari. Begitu juga dengan elpiji non subsidi, dari 38 Metrik Ton perhari, naik menjadi 42 Metrik Ton perhari.

Kemudian untuk Aceh, elpiji subsdidi perharinya sebanyak 92.666 tabung, pada periode 1 Mei hingga 18 Juni 2019 meningkat menjadi 109.178 tabung perhari. Sedangkan untuk elpiji non subsidi dari 76 Metrik Ton perhari, naik menjadi 85 Metrik Ton per hari.

Untuk di daerah Riau, elpiji subsidi realisasinya pada hari normal sebanyak 152.666 tabung perhari, kemudian pada periode 1 Mei hingga 18 Juni 2019 naik menjadi 165.775 tabung perhari. Untuk elpiji non subsidi dari 82 Metrik Ton perhari, naik menjadi 87 Metrik Ton perhari.

Roby menyebut, realisasi elipiji subsidi di daerah Sumbagut hanya turun di daerah Kepri. Namun penurunannya tidak signifikan, yaitu pada hari normal realisasinya sebanyak 58.333 tabung perhari, pada masa 1 Mei hingga 18 Juni 2019, turun menjadi 57.523 tabung perhari.

Sedangkan untuk realisasi elpiji non subsidi, meningkat dibandingkan hari normal, yaitu dari 49 Metrik Ton perharinya, kemudian pada masa 1 Mei hingga 18 Juni, meningkat menjadi 52 Metrik Ton perhari.

"Untuk konsumsi elpiji subsidi di Kepri menurun, kemungkinan karena di sana banyak masyarakat perantau, sehingga pada minggu ketiga ramadan, mereka sudah mulai pulang kampung ke kampung halamanya masing-masing," pungkas Roby.(*)

Penulis: Riki S