Badan Ketahanan Pangan RI Sebut TTIC Sumbar Satu-satunya di Indonesia

" ada 58 toko tani di Sumbar yang menyediakan bahan pokok untuk masyarakat dengan harga di bawah harga pasar."
penandatanganan pengisian bersama pangan ke TTIC oleh kabupaten/kota di Sumbar dan perusahaan umum lainnya saat peresmian Rumah Inflasi Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Jalan By Pass Km 15 Aie Pacah Padang, Rabu, 17 Juli 2019 (KLIKPOSITIF/Rangga)

PADANG, KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat resmikan Rumah Inflasi Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Jalan By Pass Km 15 Aie Pacah Padang. Peresmian ini didampingi oleh Kepala Dinas Pangan Sumatera Barat Efendi dan Kepala badan ketahanan pangan Kementan RI Agung Hendriadi, Rabu 17 Juli 2019.

Hadir dalam kesempatan itu bupati /walikota se Sumatera Barat, perwakilan Bank Indonesia Sumbar, kepala OJK Sumbar, kepala pimpinan bank di Sumatera Barat, pimpinan asuransi Sunbar, kepala SKPD Sumbar, tim penggerak PKK se Sumatera Barat, stakeholder, pimpinan ritel dan suplier se Sumatera Barat, kepala UPTD di seluruh provinsi se Sumatera dan rektor Baiturrahmah.

Gubernur Sumatera Barat mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat yang terinspirasi dengan kebijakan pusat yakni toko tani dan lembaga distribusi pangan masyarakat.  "Toko tani yang menambah komoditasnya dari yang berjumlah satu menjadi sepuluh. Prinsip yang kita gunakan dalam TTIC ini yakni menemukan produsen dan konsumen dengan tidak merugikan petani. Intinya menemukan konsumen dan produsen untuk mengendalikan inflasi. Semoga dengan penandatanganan kesepakatan komitmen dengan stakeholder ada harapan kelancaran stok pangan. Kita berharap camat dan lurah bisa menginformasikan ke masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat," harapnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan RI Agung Hendriadi mengatakan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia. "Artinya ada unit pengendali distribusi dan akses pangan. Ini hal yang membanggakan bagi kita. Semoga berkah bagi kita semua dan berharap bisa di contoh oleh provinsi lain," tuturnya.

Ia mengungkapkan ketahanan pangan adalah menyediakan pangan dengan volume yang cukup dan harga yang wajar. "Wajar bagi petani dan cukup bagi ibu rmah tangga. Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) berkewajiban mengembalikan harga di tingkat petani yang wajar sehingga ... Baca halaman selanjutnya