JNE Ajak Pelaku UMKM di Padang Tembus Pasar Nasional dan Internasional

(net)

KLIKPOSITIF – Kota Padang, Sumatera Barat adalah salah satu daerah yang memiliki pertumbuhan UMKM yang tinggi. Kota yang terkenal dengan kuliner tradisional khasnya ini, juga tercatat memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebanyak 10.211 berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Padang tahun 2018 silam. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang juga mencatat pertumbuhan omset UMKM tahun 2018 mencapai Rp 300 juta per tahun.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan UMKM, JNE menggandeng Kompasiana menggelar JNE Kopiwriting "Mendorong Bisnis Lokal Go Nasional” yang digelar di Suko Kitchen, Kota Padang pada Kamis (8/8/2019). Kegiatan JNE Kopiwriting di Kota Padang ini merupakan kegiatan kedua setelah JNE sukses menggelar Kopiwriting di Kota Bandung pada Juli 2019 lalu dan akan lanjut ke Banjarmasin, Malang, Yogyakarta, dan Cirebon.

“Angka pertumbuhan UMKM yang tinggi juga berpengaruh pada perkembangan logistik di Kota Padang yang bersumber dari para pelaku UMKM, yaitu mencapai 30 – 40 persen dari total keseluruhan pengiriman JNE Padang,” jelas Yusran selaku Branch Manager JNE Padang dalam JNE Kopiwriting Padang (8/8).

Baca Juga

Yusran mengungkapkan bahwa jenis barang hasil UMKM yang paling banyak dikirim dari Kota Padang ke luar Sumatera Barat merupakan olahan kuliner, seperti rendang atau dendeng yang merupakan makanan khas Padang. Olahan kuliner memang menjadi produk primadona terutama bagi konsumen dari luar Sumatera Barat.

Khusus di Sumatera Barat, JNE Padang pun memiliki inovasi yang dihadirkan untuk membantu pelaku UMKM untuk berkembang. Langkah tersebut, seperti menerapkan kebijakan satu harga untuk paket kiriman dengan tujuan di dalam kota/ kabupaten yang sama dan antar kota/ kabupaten di Sumatera Barat, yaitu hanya Rp 11.000/kg. Selain itu, JNE Padang juga menyediakan Free Pick Up dan produk layanan atau fasilitas lainnya bagi pelaku UMKM.

Hasmeliyani Suseno selaku Deputy GM JNE yang bertindak sebagai pembicara dalam sesi talkshow di acara kali ini, mengatakan bahwa secara nasional JNE juga menyediakan e-fulfillment logistic yang dapat mempermudah proses bisnis para pelaku UMKM atau industri kreatif. Begitu juga fasilitas digital payment yang cashless untuk memudahkan pelanggan ketika bertransaksi untuk mengirimkan paketnya melalui JNE.

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Pemilik Rendang Siti Nurbaya, Ida Nursanti. Ia berbagi pengalaman dalam mengelola usahanya hingga berhasil menembus pasar nasional bahkan internasional.

“Alhamdulillah pertumbuhan Rendang Siti Nurbaya cukup bagus, yang tadinya hanya dijual di Sumatera Barat saja sekarang sudah hampir ke seluruh Indonesia, bahkan internasional, dengan pemasaran online. Pencapaian ini juga diiringi oleh menjaga kualitas produk, melengkapi seluruh izin seperti sertifikasi halal, ISO, BPOM, dan yang paling penting adalah memilih logistik yang tepat, sehingga barang dapat sampai ke konsumen dengan baik,” kata Ida.

Ida mau pun para pelaku UMKM lainnya di Padang dan sekitarnya perlu mendapat perhatian serta dukungan lebih dari berbagai pihak. Dukungan dari pemerintah dan instansi terkait sangat diperlukan untuk menembus segala tantangan agar dapat melaju ke pasar nasional, bahkan internasional. Oleh karena itu, dalam acara ini hadir pula Wakil Walikota Padang, Hendri Septa yang turut mendukung pengembangan UMKM dan kerap mengadakan berbagai pelatihan kewirausahaan untuk para pelaku UMKM Kota Padang.

Selain menyelenggarakan JNE Kopiwriting di 6 kota, JNE dan Kompasiana juga akan mengadakan JNE Journalist Competition 2019 selama 19 Juli - 13 September 2019 dengan hadiah babak penyisihan @ uang tunai Rp 5.000.000 dan hadiah utama ibadah umroh atau holy land beserta perjalanan religi untuk 3 pemenang utama. Informasi lebih lengkap kunjungi  www.jne.co.id/journalistcompetition .

[Rilis]

Penulis: Khadijah