Kemarau dan Kabut Asap Produksi Kebun Teh di Solsel Turun 30 Persen

"saat ini produk unggulan perkebunan dengan pabrik terbesar se-Asia tenggara tersebut adalah Green tea."
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/ Eko Fajri)

SOLOK SELATAN, KLIPOSITIF -- Musim Kemarau disertai kabut asap yang melanda Solok Selatan pengaruhi produksi teh PT Mitra Kerinci (MK).

"Karena kemarau produksi kita Turun hampir 30 persen dari kondisi cuaca Normal 60-70 ton pucuk basah perhari kalau sekarang 40 sampai 50 ton saja" Ungkap Ondi Direktur Utama PT. Mitra Kerinci Sungai Lambai, Sabtu (21/9).

Sedangkan kabut Asap imbuhnya berpengaruh terhadap kesehatan pekerja saat memetik.

"Kita sudah antisipasi dengan pemberian masker dan obat tetes mata, namun kita kasihan juga melihat karyawan mesti bekerja ditengah kepungan kabut asap", Katanya.

Ia mengungkapkan saat ini produk unggulan perkebunan dengan pabrik terbesar se-Asia tenggara tersebut adalah Green tea.

"Produk unggulan kita bergeser menjadi green tea karena mayoritas, sedangkan white tea meski harga tinggi tetapi kuantum sedikit", Ujarnya.

Ia melanjutkan saat ini pihaknya melakukan Ekspor keberbagai negara dalam Sebulan sebanyak 40 ton teh.

"Ekspor segala jenis Teh produksi seperti Liki Tea sebanyak 2 kontainer sebulan dengan berat satu kontainer 20 Ton", Jelasnya. (Kaka)