Andre Rosiade Dorong Pansus Predatory Pricing Semen Tiongkok

"Laporan dugaan jual rugi semen Tiongkok telah dilayangkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)."
Andre Rosiade (Ist)

KLIKPOSITIF – Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong pembentukan panitia khusus (Pansus) industri semen. Pembentukan Pansus ini untuk menyelidiki dugaan praktek jual rugi (predatory pricing) semen Tiongkok di Indonesia.

Andre mengatakan, praktek jual rugi semen Tiongkok seolah-olah menguntungkan konsumen dalam jangka pendek karena murahnya harga semen. Namun, lanjut dia, dalam jangka panjang praktek ini akan mematikan industri semen dalam negeri. Praktek ini melanggar pasal 20 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang aktivitas jual rugi.

"Saya sebut saja semen Conch asal Tiongkok. Dia jual semen di bawah harga pasaran. Semen Tarjun Indocement di Kalimantan Selatan berhenti produksi karena jadi korban praktek kotor ini," kata Andre saat menerima audiensi Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI) dengan Komisi VI DPR di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Andre berkomitmen mengadvokasi kasus ini hingga selesai. Ia mengatakan, laporan dugaan jual rugi semen Tiongkok telah dilayangkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Ia meminta KPPU berani menyelidiki kasus ini.

BACA JUGA: Andre Rosiade: Industri Semen Dalam Negeri Terancam Bangkrut, Pemerintah Perlu Lakukan Langkah Konkret

"KPPU harus berani mengusut predatory pricing semen Tiongkok. Sejalan dengan itu saya usul pembentukan Pansus Industri Semen untuk bongkar praktek predatory pricing yang ancam industri semen kita," tegas politikus Gerindra ini.

Dalam kesempatan itu, Andre meminta Menteri Perdagangan mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2018 tentang ketentuan impor semen dan ... Baca halaman selanjutnya