Kisah Sukses Hidup Asril Das:  Semangat Pantang Menyerah di Dunia Politik (5/Habis)

Asril Das dan istri.
Asril Das dan istri. (dok. keluarga)

KLIKPOSITIF –  DI BALIK kesuksesannya di dunia bisnis percetakan, penerbitan, toko buku, hingga dunia perhotelan, Asril Das (65), juga pernah berkecimpung dalam dunia politik. Hanya saja, jalannya di pentas politik itu belumlah semulus kesuksesannya di sektor bisnis. Meski begitu tokoh perantau Minang yang memiliki banyak link ke tokoh-tokoh nasional itu tidak mengenal kata menyerah.

Ketua Umum Gebu Minang Jawa Barat itu  pernah "dilamar" untuk menjadi calon bupati Solok, namun batal. Ia juga pernah menjadi Caleg DPR RI pemilihan Sumbar, calon anggota DPD RI dari Jawa Barat 2014, dan Caleg DPR RI dari Jabar 2019.

"Tahun 1999 saya diminta jadi bupati di Solok, waktu itu bisnis saya mulai lagi menanjak naik setelah krismon 1998, proyek saya pembelian buku cukup besar yang butuh penanganan serius. Tahun 2004 kembali diminta oleh dua partai politik, kembali saya tolak dengan alasan yang sama yaitu proyek pembelian buku," ungkap putra Koto Baru, Kabupaten Solok itu.

Baca Juga

Dia menceritakan, tahun 2009 dia melamar jadi caleg DPR RI karena proyek pembelian buku dan percetakan mulai surut drastis.  Saat itu dia gagal dengan berbagai alasan.

BACA JUGA: Perjalanan Sukses Hidup Asril Das: Dari Tukang Cukur Rambut Jadi "Raja" Buku (1)

BACA JUGA: Perjalanan Sukses Hidup Asril Das: Dari "Raja" Buku Menjadi Pengusaha Hotel (2)

Pada tahun 2014 usaha penerbitan, toko buku dan percetakan redup. Asril Das mencoba lagi mencalonkan diri sebagai calon DPD dari Jawa Barat. Ia kembali gagal karena alasan klasik, suara "dicuri" orang. "Itu laporan dari ketua-ketua perantau Minang se Jawa Barat," beber Asril Das.

Pada tahun 2019, dia mencoba lagi menjadi caleg DPR RI dari Jawa Barat 1 (Bandung  dan Cimahi). Namun karena partai berbeda dengan  partai kebanyakkan yang diinginkan orang Minang, dia kembali gagal terpilih.

Meski belum berhasil di dunia politik Asril menyatakan,  semangat tidak boleh mundur. "Maju terus, coba lagi dan coba lagi," katanya dengan optimis.

Asril berobsesi  membangun  beberapa hotel di Sumbar, selain usaha pengolahan sawit, besi, dan semen.

"Banyak potensi sumber daya alam yang bisa dikembangkan seperti pabrik semen yang bisa dipergunakan minimal untuk pembangunan jalan-jalan beton. Juga potensi biji besi yang minimal bisa dipakai sendiri seperti membangun jalan kereta api," kata Asril Das.

BACA JUGA: Perjalanan Sukses Hidup Asril Das: Grand Asrilia Hotel Menuju Hotel Syariah Terbesar di Indonesia (3)

BACA JUGA: Kisah Sukses Hidup Asril Das: Ingin Dedikasikan Sisa Umur untuk Bangun Kampung (4)

Ia menambahkan, bila terowongan kereta api Padang-Solok diaktifkan,  bisa mengangkut batu bara rakyat dari Sawahlunto untuk dikapalkan dari Teluk Bayur.

"Sumbar juga kaya dengan potensi  karet, dan sawit yang diolah menjadi minyak goreng," katanya.

Asril Das mengatakan, untuk memajukan Sumbar dibutuhkan kerja keras, usaha, jujur, iklas dan sabar.

Ia sangat menyadari bahwa sebaik-baiknya manusia adalah orang yang berguna bagi orang lain. "Semua itu sudah saya lalui," ungkap Asril yang kerap berpartisipasi dalam pembangunan di kampung halamannya,  seperti membangun surau, mesjid dan lain-lain.

Atas dasar itulah, Asril Das berkeinginan mendedikasikan sisa umurnya untuk kampung halaman.

Jujur

Salah seorang sahabat Asril Das, Buya H. Boy Lestari Dt. Palindih mengatakan, kesuksesan di dunia bisis yang diraih Asril Das tidak terlepas dari kegigihan, semangat, dan kejujuran yang dimilikinya.

" Saya sangat mengenal Asril Das. Beliau merintis usaha berdarah-darah. Tanpa modal. Semangat dan kejujuran beliau luar biasa. Ia tidak punya apa apa. Dengan semangat dan kejujurannya Allah memberikan jalan kepadanya untuk berkembang," kata Ketua DPW Gebu Minang Sumbar itu.

Menurut dia, dengan kegigihan, kejujuran dan jalan yang diberikan Allah, usaha Asril Das berkembang pesat. Sehingga seluruh percetakan pemerintah daerah, di Jawa Barat hingga Jakarta, banyak yang jadi kliennya.

Kenapa klien Asril Das banyak? Kuncinya, kata Buya H.Boy Lestari Datuk Palindih, ada tiga. Yakni, kualitas, harga bersaing, dan Asril Das tahu "raso jo pareso". Buya H.Boy Lestari mengatakan, keberhasilan yang diraih Asril Das di dunia bisnis itu perlu menjadi pembelajaran bagi orang lain.

Intinya, kata Buya, kalau ingin sukses harus melibatkan orang lain atau komunikasi tidak boleh terputus dengan orang lain, keberhasilan seseorang itu juga hasil dari sugesti atau semangat juang, dan  senantiasa "libatkan" Allah dalam usaha itu.  (*)

Penulis: Pundi F Akbar | Editor: Eko Fajri