Pada 2020 Sektor Perbankan Masih Jadi Sasaran Utama Serangan Siber

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF-Tahun depan diperkirakan sektor perbankan masih jadi sasaran bagi para penjahat siber untuk diretas. Country Manager Trend Micro Indonesia Laksana Budiwiyono mengatakan bahwa serangan siber di tahun depan akan semakin kompleks.

"Memasuki 2020, menurut pengamatan kita akan ada fenomena dan hal-hal baru. Serangan makin kompleks, dengan cara yang baru pula. Aplikasi biasanya ada bug atau patches saat update, nah biasanya itu dimasuki attacker," jelas Laksana di Jakarta Pusat dilansir dari Suara.com.

Sedangkan untuk sasarannya, Laksana menuturkan bahwa para hacker masih tertarik untuk menyerang sektor perbankan. "Menyusup ke perbankan lewat API banking, ATM, yang pada akhirnya bisa menyusup ke jaringan utama bank. Frekuensi serangan ke perbankan akan semakin tinggi. Makanya OJK sedang menyusun standarisasi API untuk perbankan," ujarnya.

Baca Juga

Mengenai jenis malwarenya sendiri mayoritas masih akan didominasi oleh ransomware yang akan mengenkripsi data, sehingga disimpulkan bahwa tujuan akhir dari para peretasan adalah pemerasan.

"Penjahat itu cari duit, targetnya korporasi karena lebih logis, apalagi perbankan tempat menyimpan uang. Blokchain menjadi media untuk transaksinya agar tidak terdeteksi," tutup dia.

Penulis: Ramadhani | Editor: Eko Fajri