Owner “Meta Trophy” Pernah Buka Usaha Warnet dan Lampion

"Saat itu ia punya 10 unit komputer di warnet. Modal awalnya waktu itu Rp40 juta yang ia pinjam dari orangtua. "
Owner Meta Trophy. (KLIKPOSITIF/Satria Putra)

KLIKPOSITIF - Willia Meta memutuskan membuka usaha bernama “Meta Trophy pada 2013 saat ia sudah menempuh semester 7 perkuliahan jurusan Ekonomi Islam di IAIN Imam Bonjol Padang.

“Karena kebutuhan, soalnya sudah semester 7 saya ngak mungkin minta uang ke orangtua lagi,” kata mahasiswa S2 Manajemen Universitas Andalas itu.

Ia mengaku awal-awal membuka usaha ini karena terdesak sehingga ia mencari cara agar bisa dapat uang. Ia yang sejak kecil memang telah suka membuat kerajinan tangan memutuskan untuk mencoba membuat piala boneka yang sebelumnya belum ada di Kota Padang.

“Ternyata setelah dicoba dijual, respon pembeli lumayan bagus,” katanya.

Alhasil ia mulai mengerjakan usaha itu sendiri selama hampir setahun. Saat itu omsetnya baru Rp5 juta perbulan. Baru pada 2014 karena permintaan mulai tinggi, ia merekrut dua orang karyawan. Saat itu omsetnya bisa mencapai Rp20juta sebulan. Seiring waktu berjalan, hinggakini ia telah memiliki 5 karyawan dengan omset perbulan mencapai Rp50juta.

“Awalnya saya bekerja sendiri, namun setelah pindah rumah, ada yang menawarakan diri untuk jadi karyawan dan saya melatih mereka, mengajarkan mereka. Dalam satu hari itu kami bisa produksi sekitar 40-60 biji,” kata alumni MAN Model Bukittinggi itu.

Pengalaman Meta di dunia usaha bukan yang pertama. Sebelum membuka usaha tropi, ia telah membuka usaha lampion dan warnet sekitar tiga tahun.

“Warnet ini kemudian tutup karena kalah saing. Orang sudah ada wifi dan hp sudah canggih,” katanya.

Saat itu ia punya 10 unit komputer di warnet. Modal awalnya waktu itu Rp40 juta yang ia pinjam dari orangtua. Namun kemudian empat unit komputer dijual untuk modal ... Baca halaman selanjutnya