Mencuri Ilmu Bisnis Kopi Deva Mahenra

Deva Mahenra dan owner Meer Conveniencestore and Foresthree coffe Padang saat meet and greet di Padang
Deva Mahenra dan owner Meer Conveniencestore and Foresthree coffe Padang saat meet and greet di Padang (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF - Hari ini, kopi tidak lagi hanya minuman yang identik dengan kaum bapak-bapak, namun juga sudah sangat akrab dengan anak muda. Disisi lain, kopi hari ini juga telah berinovasi menjadi berbagai rasa bagi penikmatnya.

Beranjak dari hal itu juga, Deva Mahenra bersama duo bersaudara Haidar Wurjanto dan Rangga Wurjanto mencoba berselancar dengan membuka gerai kopi.

"Memilih dan membuka usaha kopi di tengah perkembangan kopi yang sangat pesat hari ini ibarat berselancar. Peselancar kopi itu banyak, namun ombaknya tetap ada. Ini semacam pesta bahwa kopi Indoneaia pelan-pelan dan pasti bahkan sudah menjadi tuan di rumahnya sendiri. Brand lokal sudah tumbuh dan kami hadir disini," katanya saat sharing session saat acara meet and greet bersama Deva Mahenra di Meer conveniencestore and Foresthree coffe, Jln Belakang Olo Padang, Kamis, 16 Januari 2020.

Baca Juga

Sebagai penikmat kopi dan juga tak tahu banyak soal kopi, Deva mengakui hanya memiliki keyakinan yang kuat dalam memulai bisnis kopi. "Saya yakin ketika kita melakukan hal yang kita suka serta ada keyakinan yang kuat maka kita bisa melakukannya," tuturnya.

Mengapa Foresthree?

Filosofi dari brand ini sendiri dibangun dari Kota Bogor beberapa tahun lalu dan tak disangka bisa sebesar ini. "Brandnya dibangun bersama dua partner terbaik saya dan tak menyangka bisa sebesar ini bahwa ekspansinya juga bisa dinikmati oleh teman-teman di Padang dan Bukittinggi," tuturnya.

Forestrhee memiliki makna bahwa Forest bermakna hutan yang berkaitan profesi orang tua laki-laki dari Rangga Wurjanto dan Haidar Wurjanto yang bekerja di bidang kehutanan.

"Sehingga kita ambil kata forest atau hutan untuk mendedikasikan ini kepada Beliau atas pengabdiannya selama ini. Dengan harapan usaha ini juga mendapat doa terus dari Beliau. Sedangkan untuk kata Three berarti tiga komoditi yang ada di Foresthree yakni kopi, teh dan non teh. Dan nama berbahasa Inggris untuk nama brand bukan karena kita tidak menyukai bahasa Indonesia, namun kita berharap brand ini bisa besar nantinya hingga ke luar negeri. Dan doakan saja dalam waktu dekat kita bisa buka di Malaysia," tuturnya.

Ia memaparkan untuk saat ini, Haidar fokus kepada peracik minuman dan Rangga fokus sebagai CEO, dan Deva fokus di bagian penjualannya.

Saat akan membuka brandnya di Padang, ada beberapa pertimbangan yang dilakukan oleh pihaknya. "Pertimbangan Foresthree buka di Padang apakah partner penyuka kopi dan partner dengan visi misi yang sama dan mencintai brand kami. Indonesia memiliki kopi yang juara, walaupun belum dikenal dengan baik kita yakin kopi Indonesia akan terkenal di dunia. Kami ingin merayakan itu dengan varian manapun. Kita tak terpikir mendatangkan biji kopi dari luar kita tetap menggunakan biji kopi asli Indonesia," jelasnya.

Deva yakin dengan keyakinan yang dimilikinya, brand Foresthree akan bisa berjaya di dunia. "Kita terkadang membatasi diri kita terhadap hal yang kita sukai. Kita bisa perhatikan. Kita hanya perlu konsisten walaupun tak berbakat. Hanya keyakinan yang perlu kita kuatkan dalam hal ini. Bagi saya,

konon sebelum kita mencapai keberhasilan kita udah melewati kuota gagal, sehingga apapun yang ingin dilakukan jangan membatasi diri kita dengan orang lain," tuturnya.

Bagi Deva, Enterpreneurship adalah pekerjaan dengan jam yang tidak jelas. "Namun dengan hal itu jangan pernah membatasi diri untuk mengembangkan ke arah yang lebih baik. Karena dengan hal itu kita bisa mendapatkan hasil yang juga lebih baik," tuturnya. (*)

Editor: Fitria Marlina