Virus Corona di Tiongkok Mulai Berdampak pada Ekspor Manggis Asal Sumbar

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)
LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -

Ekspor manggis dari Sumatera Barat dan daerah lain di Tanah Air ke Tiongkok, dipastikan terganggu menyusul merebaknya virus corona di Kota Wuhan, Tiongkok.

Hal itu diakui oleh Direktur Utama PT Bumi Alam Sumatera Anggri Purnama Agung dan Direktur Kerjasama Antar Lembaga Muhammad Bayu Vesky, Senin (27/1/2018).

Ia menjelaskan akibat adanya wabat tersebut, mereka yang biasanya bisa mengirim 10 hingga 20 ton manggis setiap harinya ke nagara Tirai Bambu harus menstop pengiriman.

Baca Juga

"Tadi malam pengiriman terakhir," kata Bayu di packing house Situjuah, lokasi yang diresmikan oleh Menteri Pertanian RI 2018 lalu.

Pengiriman manggis oleh PT Bumi Alam Sumatera, satu dari puluhan eksportir manggis yang ada di Indonesia, tidak hanya menganggu hasil panen petani Sumbar. Namun juga Sumut, Jabar, Bali hingga NTB. "Musim panen, sudah mulai naik produksinya bulan ini. Harga anjlok, pasar di China mengalah," katanya.

Imbas dari itu pula, saat ini hampir seluruh eksportir manggis di Tanah Air, mengalami kewalahan. "Kalau untuk pengiriman me China, masih bisa dengan kapal, atau udara. Masalahnya bukan pengiriman, tapi konsumen yang tidak keluar rumah belanja," jelas Anggri Purnama Agung dan Muhammad Bayu Vesky.

Wilayah Wuhan sendiri, adalah pusat bisnis di Tiongkok. Termasuk peredaran manggis Indonesia di sana. Biasanya, manggis yang turun di Guangzhou, banyan dipasarkan di Wuhan.

Muhammad Bayu Vesky menyebut, pihaknya tengah berupaya mencari peluang pasar ke Eropa. "Jalannya itu, lagi diurus. Semoga ada buyer yang kuat di sana, sekalipun kita sadari, kebutuhan manggis terbesar dunia itu ada di pasar Tiongkok," katanya.

Padahal, sabmbungnya, sejak sebulan terakhir, harga manggis yang kita beli dari agen-agen dan petani itu lumayan bagus. Sebelum ekspor kita hentikan tadi malam, harganya turun dari Rp25 ribuan ke 15 ribuan. (*)

Editor: Eko Fajri