Tekan Inflasi, Dinas Pertanian Tanah Datar Ajak Petani Diversifikasi Komoditas Tanaman

Petani bersama Dinas Pertanian panen Bawang di Kecamatan X Koto Tanah Datar
Petani bersama Dinas Pertanian panen Bawang di Kecamatan X Koto Tanah Datar (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Untuk menekan angka inflasi, Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar mengajak para petani melakukan diversifikasi komoditas tanaman.

"Para petani kita imbau untuk tidak mengandalkan satu jenis tanaman saja, namun menanam beberapa jenis tanaman sehingga apabila terjadi gagal panen satu tanaman masih ada tanaman yang lainnya," ucap Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Yulfiardi di Pagaruyung, Rabu 19 Februari 2020.

Ia menyebut hal ini perlu diketahui petani jangan sampai menanam komoditi satu jenis saja apalagi tidak cocok dengan kondisi daerah. Kalau ini terjadi sudah jelas hasilnya tidak akan maksimal, bahkan cenderung akan gagal panen.

Baca Juga

"Pada tahun ini kita akan melakukan peningkatan luas lahan maupun hasil panen dalam upaya mendukung stabilisasi inflasi di daerah," tutur Yulfiardi.

Ia menjelaskan bahwa pada 2019, komoditi tanaman padi dengan luas tanam 58.357 hektare dan luas panen 56.610 hektare dengan hasil panen 322.682 ton per hektare.

Kemudian, tanaman jagung luas tanam 4.645 hektare, luas panen 4.789 hektare, dengan hasil panen 34.649 ton per hektare, cabai dengan luas tanam 2.139 hektare, luas panen 2.022 hektare, dengan hasil panen 18.425 ton per hektare.

Komoditas bawang merah dengan luas tanam 233 hektare, luas panen 227 hektare, dengan hasil panen 1.556 ton per hektare, dan bawang putih luas tanam 125 hektare, luas panen 21 hektare dengan hasil panen 476 ton per hektare.

Sementara itu, Anggota DPRD Tanah Datar Dedi Irawan menyampaikan agar petani bisa melihat peluang dan nilai ekonomi dalam bercocok tanam.

"Kalau komoditi bawang ternyata sangat bagus dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi kenapa tidak kita menanam bawang," kata Dedi.

Baca Juga

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Haswandi