Ditengah COVID-19, Pemkab Pessel Tiadakan Pajak Hotel dan Restoran

PESSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan meniadakan pajak hotel, restoran, rumah makan dan kafe, hingga tiga bulan ke depan untuk sementara mengingat menurunnya pedapatan pengelola selama COVID-19.

Kabag Humas dan Protokoler Pesisir Selatan Rinaldi mengungkapkan, pertimbangan tersebut sesuai dengan kondisi hari ini. Sebab, sejak COVID-19 menyebar, pendapat sejumlah pengelola mengalami penurunan.

baca juga: Pemkab Pessel Jadikan PSBB Tahap Tiga Sebagai Transisi ke New Normal

"Jadi dengan segala pertimbangan, melalui SE Bupati No. 970/265/BAPEN/2020 tertanggal 1 April 2020, pajak hotel, restoran/rumah makan dan kafe dihentikan untuk sementara," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF , Kamis 2 April 2020.

Ia menjelaskan, sesuai dengan kebijakan dalam SE Bupati Pesisir Selatan tersebut, akan berlaku hingga bulan Juni 2020. Hal itu, tentu melihat kondisi yang terjadi akibat dampak COVID-19.

baca juga: Kontak Dengan Pasien COVID, 37 Tenaga Puskesmas di Pessel Dikarantina

"Jadi sampai tiga bulan ke depan pengelola hotel, rumah makan, restoran, kafe tidak dipungut. Semoga ini bisa menjadi perhatian bersama," terangnya.

Selain itu, saat ini Pemkab Pesisir Selatan juga tengah mempersiapkan langkah stimulan untuk mencegah terjadinya dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat kecil dan menengah akibat penyebaran COVID-19 di daerah itu.

baca juga: Angka Kematian karena Covid-19 Tinggi, Penggunaan Ventilator Dikaji Ulang

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pesisir Selatan, Rinaldi, untuk menyiapkan hal tersebut, pihak Pemkab tengah mendata warga yang terhitung membutuhkan dan mengkaji anggaran yang dibutuhkan.

Ungkapnya, untuk membuat langkah stimulan itu, Pemkab masih membahas ditingkat internal Pemkab, dan dikalkusikan anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai dikisaran Rp50 hingga Rp60 miliar.

baca juga: Ini Riwayat Kontak dan Perjalanan Pelaut Positif COVID-19 di Agam

Lanjutnya, sesuai kategori peruntukan stimulan itu akan dibantukan kepada masyarakat yang membutuhkan mulai, dari buruh tani, tukang ojek, sopir angkutan, pedagang kecil, berekonomi rendah lainnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Eko Fajri