Dua Kiat Bank Dunia untuk Mutu Belanja Pemerintah Indonesia

Bank Dunia
Bank Dunia (ABS-CBN News)

KLIKPOSITIF -- Bank Dunia perwakilan Indonesia merekomendasikan dua kiat aksi untuk meningkatkan mutu belanja pemeritah Indonesia . Dua aksi itu diklaim bisa menopang pelemahan penerimaan negara sehingga menimbulkan resiko menurunnya pertumbuhan ekonomi .

Dua aksi tersebut yakni. Pertama, realokasi belanja ke sektor prioritas dengan tingkat belanja yang masih rendah dan bisa membawa dampak besar bagi progam pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan. Adapun sektor-sektor yang bisa difokuskan yakni infrastruktur, kesehatan, dan bantuan sosial.

baca juga: Staf Khusus Presiden Ajak Anak Muda Untuk Merancang Masa Depan Indonesia

"APBN 2017 telah memperbaiki mutu belanja pemerintah Indonesia , termasuk menjaga alokasi belanja yang lebih besar untuk infrastruktur, kesehatan, dan bantuan sosial. Serta menetapkan sasaran yang lebih baik untuk subsidi energi dan program bantuan sosial bagi masyarakat miskin. Perlu diingat, ini penting bagi Indonesia untuk terus menjaga momentum reformasi ini agar sasaran pembangunan lebih cepat tercapai," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves.

Rekomendasi kedua yakni, pemerintah bisa memaksimalkan dampak belanja di semua sektor termasuk pertanian, pendidikan dan bantuan sosial.

baca juga: Minyak Dunia Kembali Bergeliat Dampak Impor China

"Selain itu, kredibilitas kebijakan fiskal Indonesia telah membaik seiring dengan penetapan sasaran penerimaan yang lebih realistis dalam APBN 2017," sebutnya kemudian.

Disisi lain, Bank Dunia juga mengangkat Indonesia dalam peringkat Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business). Dikutip dari CNN, tahun ini sebut Chaves, peringkat Indonesia naik menjadi peringkat 91 dari tahun lalu di peringkat 106. Ini menjadikan Indonesia menjadi salah satu dari 10 negara dengan tingkat kenaikan terbesar.

baca juga: Komentar Jerome Powell Berpengaruh Terhadap Harga Emas Dunia yang Kembali Naik

Sementara itu, ekonom Bank Dunia Hans Anand Beck menyebut Indonesia berhasil menciptakan reformasi birokrasi untuk mempermudah memulai sebuah usaha, kemudahan akses listrik serta kemudahan dalam membayar pajak. Sehingga ekonomi Indonesia diproyeksikan bertumbuh.

"Reformasi iklim investasi pemerintah telah mempermudah iklim usaha. Tapi agar investasi swasta bisa lebih terus bertambah dan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi , para pembuat kebijakan juga harus memperhatikan reformasi struktural jangka menengah," katanya.(*)

baca juga: Sambut Tahun Baru, PermataBank Meluncurkan Reksa Dana Global Syariah USD dengan Prinsip Berkelanjutan

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa