Penghasilan Pedagang Pasar Ateh Meningkat 100 Persen karena Wisata Gratis

Turis mancanegara memanfaatkan sehari gratis masuk di objek wisata Bukittinggi.
Turis mancanegara memanfaatkan sehari gratis masuk di objek wisata Bukittinggi. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF Pemberlakuan sehari gratis mengunjungi objek wisata di Kota Bukittinggi ternyata berdampak positif terhadap tingkat jual beli para pedagang di Pasar Ateh Bukittinggi.

Para pedagang mengaku mendapat keuntungan berlipat akibat banyaknya wisatawan yang datang ke Bukittinggi. Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Lereng (P3L) Hengki Evon, mengungkapkan terjadi peningkatan sebesar 100 persen.

baca juga: Kementerian Koperasi dan UKM Janjikan Insentif UMKM Rp2,4 Juta, Cair Bulan Ini

“Biasanya jual beli kita hanya 300 ribu. Sekarang, naik jadi 600 ribu perhari,’’ katanya saat ditemui KLIKPOSITIF .

Saking ramainya, kata Hengki, jalan di sepanjang Pasar Lereng menjadi macet karena banyaknya pengunjung pasar.

baca juga: Bertahan Hidup, Bertahan Menghidupi Ditengah Pandemi COVID-19

“Dari pagi hingga sore, banyak yang membeli. Ini mantap,’’tambahnya. Kata Hengki, ramainya pengunjung sudah hampir menyamai momen libur seperti Lebaran maupun Tahun Baru.

“Ramai sekali. Luar biasa dampak penggratisan objek wisata ini,’’ sebutnya. Bahkan, untuk 11 Maret 2017, jumlahnya kata Hengki jauh lebih besar peningkatannya dibandingkan penggratisan objek wisata serupa pada tahun silam.

baca juga: Gugus Tugas Sumbar Sebut Warga Positif COVID-19 di Agam ada yang Punya Toko di Bukittinggi

Kendati pembeli ramai, kata Hengki, para pedagang tak ada menaikkan harga. “Harga masih standar kok,’’pungkasnya.

Hal senada, juga disampaikan Ketua Pedagang Pasar Botik Bos Martin. Ia mengatakan memang terjadi peningkatan yang signifikan dibandingkan hari lainnya.

baca juga: Terus Naik, Emas Batangan Masih di Atas Rp1 Juta Per Gram

“Memang ramai hari ini. Banyak yang nyangkut (membeli) pakaian,’’ujarnya.

Ucap Bos Martin, seharusnya inovasi seperti yang harus sering dilakukan oleh Pemko Bukittinggi dibawah kepemimpinan Ramlan-Irwandi sehingga banyak wisatawan datang ke Bukittinggi.

“Jika sering melakukan inovasi seperti hari ini, atau melakukan aktifitas Kepariwisataan seperti mengadakan acara-acara, pasti pengunjung banyak yang datang. Jika banyak wisatawan, pedagang pasti kecipratan,’’ujarnya.

Saat ini, kata Bos Martin, di sekitaran pasar Atas, terdapat beberapa objek wisata terkenal seperti Jam Gadang dan TMSBK. Jika pengunjung banyak ke sana, otomatis mereka akan berbelanja di pasar.

“Kita punya segalanya di sini, jika ingin kuliner ada di los lambuang. Pakaian impor, di botik ini. Lalu aksesoris maupun pakaian sehari-hari, bisa ditemukan di Pasar Lereng, ini tentu menjadi incaran wisatawan selepas datang ke objek wisata ,’'tutupnya seraya mempromosikan kawasan yang menjadi tempat sekitar 1800 pelaku usaha ekonomi kreatif mencari nafkah itu.

[Hatta Rizal]

Penulis: Pundi F Akbar