Pembayaran Pajak Google Dilakukan pada Maret-April

Ilustrasi
Ilustrasi (Google.co.id)

KLIKPOSITIF -- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyebut perusahaan teknologi informasi asal Amerika Serikat ( Google ) akan membayarkan pajaknya pada Maret-April ini.

Kepala Kantor Wilyah DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv mengatakan audit jumlah pajak perusahaan mesin pencari di internet tersebut sudah selesai.

baca juga: Ubah Tampilan, Google Maps iOS Dapat Fitur Dark Mode

"Kalau tidak Maret ini, ya berarti April," katanya. Google sendiri informasinya bakal membayarkan pajak yang tertunda sejak tahun 2015 lalu.

Kendati demikian, Haniv enggan menyebut jumlah pajak yang akan dibayarkan oleh Google , "Yang pasti jumlahnya besar," ujarnya.

baca juga: Bayar PBB, Pemko Padang Hapus Denda Keterlambatan

Menurutnya, Google di Indonesia merupakan penanaman modal asing (PMA) sejak 15 September 2011 dan merupakan dependent agent dari Google Asia Pacific Pte Ltd di Singapura, dan kemudian terdaftar sebagai badan hukum dalam negeri di KPP Tanah Abang III.

Dengan demikian berdasarkan Pasal 2 Ayat (5) Huruf N Undang-Undang Pajak Penghasilan, Google seharusnya berstatus sebagai badan usaha tetap (BUT).

baca juga: Menkeu: Dunia Terus Berubah, Sistem Perpajakan Harus Diperkuat

Sehingga dengan status tersebut, setiap pendapatan maupun penerimaan yang bersumber dari Indonesia dikenai pajak penghasilan.

Namun, Google menolak adanya pemeriksaan pajak lebih lanjut dari otoritas pajak Indonesia dan tidak mau penetapan status sebagai BUT. Padahal, pendapatan Google dari Indonesia mencapai triliunan rupiah, terutama dari iklan.(*)

baca juga: Hanya 34,66 Persen Pekerja Indonesia Punya NPWP, RUU KUP Diharapkan Pemerintah Bisa Efektif Perbaiki Administrasi Pajak

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa