Pertamina Impor Gas dari ExxonMobil Hadapi Defisit

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- PT Pertamina (Persero) telah menyepakati pembelian gas alam cair (Liquified Natural Gas /LNG) dari ExxonMobil. Pembelian tersebut tersebut untuk mengantisipasi defisit gas di dalam negeri yang diperkirakan terjadi pada 2020.

Direktur Gas , Energi Baru dan Terbarukan PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani mengatakan, perusahaan plat merah itu telah menandatangani perjanjian jual beli gas dengan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

baca juga: Biden Ingin Kembalikan Kepercayaan Pemimpin Dunia pada Amerika

Ia menuturkan, meski perjanjian jual beli LNG dilakukan, bukan berarti LNG langsung dipasok. Tetapi, pasokannya akan dilakukan ketika gas dari sumur dalam negeri sudah tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan.

"Tahun ini menandatangani rencana pembelian LNG untuk di masa akan datang. Kami bukan beli LNG buat dibawa 2017," katanya.

baca juga: Joe Biden Rilis Calon-calon Menteri, Banyak Mantan Pejabat Era Obama

Menurutnya, impor LNG dari ExxonMobil merupakan upaya antisipasi untuk menghadapi defisit gas , berdasarkan perkiraan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan terjadi setelah 2020.

Perkiraan defisit gas terjadi karena ladang gas baru yang saat ini diharapkan tidak menunjukan kejelasan terkait waktu berproduksinya. Sedangkan produksi ladang gas yang sudah beroperasi terus turun.

baca juga: Jokowi : Rem dan Gas Itu Betul-betul Diatur Betul

"Ini upaya antisipasi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kalau kami tidak impor , kebutuhan gas bagaimana? Ada beberapa lapangan, besar besar, abadi, Natuna tapi sampai saat ini kami nunggu perkembangannya," pungkasnya kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa