Jelang Ramadan, Minang Mart Jual Barang Pokok Diatas HET Kemendag

Harga Eceran Tertinggi (HET) di Minang Mart tidak sesuai dengan aturan Kemendagri.
Harga Eceran Tertinggi (HET) di Minang Mart tidak sesuai dengan aturan Kemendagri. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan bersusah payah menekan harga jelang Ramadan dengan menetapkan harga eceran tertinggi (HET). Bahkan, untuk memastikan stabilitas harga, utusan Kemendag mendatangi Sumbar dan melakukan Sidak di beberapa pasar serta supermarket di Kota Padang beberapa waktu lalu.

Namun, langkah itu tidak didukung oleh ritel modern Minang Mart . Pasalnya, ritel besukan Gubernur Sumbar ini masih menjual komoditas gula, minyak goreng dan daging dengan harga tinggi.

baca juga: Alwis Ajak Masyarakat Sukseskan MTQ Nasional di Sumbar

Berdasarkan promosi yang dipajang di sejumlah titik Minang Mart di Kota Padang, harga gula pasir kemasan mencapai Rp13.400 per kilonya, harga tersebut di atas dari harga HET yang ditetapkan Kemendag berdasarkan MoU dengan para distributor yakni, hanya Rp12.500 per kilonya.

Menyikapi hal tersebut, Direktur PT. Grafika Jaya, Dasril yang juga sebagai leading sektor pemasok barang ke Minang Mart mengakui memang harga gula pasir yang ada di Minang Mart diatas HET.

baca juga: Gubernur Sumbar: Seleksi MTQ Nasional Sudah Sesuai Aturan

Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang membuat harga gula pasir yang dijual Minang Mart di atas HET. Pertama, gula pasir yang dijual saat ini merupakan stok lama yang dulu dibeli 500 kilogram saat Minang Mart diluncurkan dan kini harga gula stok lama itu dijual Rp15 ribu per kilo.

"Jadi, gula pasir yang dijual sekarang dalam program promo Ramadan itu bukan gula yang dibeli sewaktu Kemendag telah menetapkan HET. Tapi, ada juga gula pasir yang dijual Rp13.400 per kilonya dan harga tersebut memang dibeli dari PPI (PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia) setelah adanya ketetapan HET dari Kemendag," ucapnya.

baca juga: Awasi 100 Kampanye Tatap Muka Bawaslu Solsel Ingatkan Paslon Patuhi Protokol Kesehatan

Menurutnya, alasan kenapa harga gula pasir yang dijual di Minang Mart di atas HET, karena dia menilai Minang Mart tidak masuk ritel dan tidak termasuk dalam ketetapan HET yang dikeluarkan oleh Kemendag pada Arpril 2017 lalu itu.

"Lagian dalam penjelasan aturan HET harga bahan pokok yang ditetapkan Kemendag setelah adanya MoU dengan para distributor itu, tidak menyebutkan swalayan, mini market, dan atau seperti Minang Market. Sehingga saya menilai aturan dari Kemendag itu masih mengambang atau perlu kejelasan yang detail," katanya.

baca juga: Peduli Usaha Mikro di Tengah Pandemi, Bank Nagari Berikan Pinjaman Tanpa Agunan

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumbar , Asben Hendri menyatakan, bagi ritel yang menjual bahan pokok di atas HET, maka Disperindag akan memberikan laporan ke Kemendag, karena ada ritel yang dinilai telah melanggarkan ketentuan HET bahan pokok yang disepekati melalui MoU tersebut.

"Disperindag akan melaporkan ritel yang mencoba mempermainkan harga bahan pokok yang harganya telah ada HET nya," tegasnya.

Asben juga menyebutkan, terkait keraguan apakah Minang Mart termasuk ritel atau tidak, dia menjelaskan, selagi di Minang Mart menerapkan salah satu ciri-ciri ritel yakni, harganya ditetapkan itu tidak ada sistem nego atau harganya telah ditentukan.

Selanjutnya, ritel itu tidak membatasi konsumen untuk memilih barang-barang yang hendak dibeli atau artinya konsumen bebas mau pilih barang apa untuk dibeli. Berikutnya, pada setiap barang yang dibeli dan pada transaksi pembayarannya ke kasir, konsumen/pembeli diberi struk pembayaran.

"Semua hal itu dilakukan oleh Minang Mart , lalu hal yang mana lagi yang tidak dipahami bahwa Minang Mart bukan ritel . Apabila melihat dari semua yang dilakukan Minang Mart sudah jelas Minang Mart sebuah ritel ," ujar Asben.

Dari pantuan di lapangan, Minang Mart yang menjual gula pasir di atas HET di Kota Padang, yakni di Kurao Siteba, Sawahan, dan Minang Mart di Kantor Pos Padang. Ketiga Minang Mart itu menjual gula pasir di atas HET. Belum diketahui, apakah 14 Minang Mart memberlakukan harga gula pasir di atas HET tersebut.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto