Omzet Pedagang Pakaian Tanah Abang Jauh Merosot Jelang Lebaran

Transaksi jual beli pakaian di Pasar Tanah Abang, Kamis (15/6)
Transaksi jual beli pakaian di Pasar Tanah Abang, Kamis (15/6) (Ist)

JAKARTA, KLIKPOSITIF -- Pedagang di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat, mengeluhkan omzet yang mereka dapatkan jelang lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, yang jauh merosot dibanding dua tahun terakhir, dibuktikan dengan penghasilan yang dapat mereka raup setiap harinnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Tanah Abang, Tewaik yang merupakan warga asli Payakumbuh, dan merantau ke Jakarta, Rabu (15/6) mengatakan, tahun ini omzet yang saya dapat jauh menurun dibanding dua tahun terakhir, penurunan penjualan pada Ramadan kali ini mencapai 50 persen.

baca juga: Masih Bergerak Naik, Harga Emas Stabil di Atas Rp1 Juta Per Gram

"Sejak awal Ramadan omzet yang saya dapat memang jauh menurun, tidak tahu sebabnya, mungkin karena lebih banyak saingan," kata Tewaik pada KLIKPOSITIF .COM, yang telah berjualan pakaian khusus busanan muslim dan telah mengadu nasib di Jakarta sejak 10 tahun terakhir.

Ia menambahkan, rata-rata omset yang saya dapat setiap hari Rp5 juta, padahal pada tahun-tahun sebelumnya apalagi jelang lebaran setidaknya omzet yang bisa diraup bisa mencapai Rp10 juta.

baca juga: Pemerintah Sebut Akan Gunakan Teknologi Anyar untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Namun demikian, ia mengakui meski omzet relatif jauh menurun, namun untuk pengunjung di Pasar Tanah Abang tetap ramai.

Tewaik yang juga bisa dipanggil Temi ini menjelaskan, untuk satu pakaian muslim yang dijualnya berkisar antara Rp80 ribu sampai 350 per helai.

baca juga: Korban Covid-19 Terus Bertambah Picu Turunnya Harga Minyak Dunia

Senada dengan Tewaik, salah seorang pedagang lainnya bernama Muhazar juga merasakan hal yang sama. Menurutnya, kondisi penjualan pada tahun ini mengalami penurunan.

"Sekarang penjualan disini menurun, padahal selama ini Tanah Abang merupakan pusat perdagangan," kata Muhazar. (*)

baca juga: Hotel Indria Bukittinggi Terbakar

Penulis: Eko Fajri