Pakar: Jangan Mengedepankan Keuntungan Ekonomis, Pikirkan Nasib Ekonomi Sumbar Kalau Jalan Tol Tidak Jadi Dibangun

Prof. Dr. Z Mawardi Effendi
Prof. Dr. Z Mawardi Effendi (Net)

KLIKPOSITIF -- Pembangunan Jalan Tol Padang - Bukittinggi hingga kini belum kunjung dimulai. Padahal sesuai recaca, jalan sepanjang 90 km yang pembangunannya akan menelan anggaran sebesar Rp8 triliun itu, akan dimulai pada akhir 2015 lalu.

Untuk itu, Pakar Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Dr. Z Mawardi Effendi meminta agar Pemprov Sumbar harus melakukan lobi yang kuat kepada Pemerintah Pusat agar pembangunan jalan tol Padang - Bukittinggi bisa direalisasikan.

baca juga: Kunjungan Perdana Wagub ke BLK Padang, Audy: Wah, Ini Menakjubkan Sekali

"Sekarang ini kendalanya kan dianggaran yang informasinya, belum dialokasikan oleh kementerian. Nah, ini yang harus dilakukan pemerintah daerah. Para pejabat kita harus melakukan lobi tingkat tinggi agar anggaran tersebut segera dialokasikan," kata Mawardi Effendi kepada KLIKPOSITIF , rabu, 4 April 2016.

Selain informasi alokasi, Mawardi juga menuturkan informasi lainnya yang berkembang, adalah pemerintah daerah tengah mencari pihak swasta untuk menggarap proyek jalan tol Padang - Bukittinggi . Namun, karena mobilitas kendaraan dari Padang ke Bukittinggi maupun sebaliknya sangat rendah, makanya pihak swasta belum mau menggarap proyek tersebut.

baca juga: Jadi Komut PT KAI, Jubir Said Aqil Siradj: Gajinya Digunakan Untuk Sedekah

"Pihak swasta memikirkan untung/ruginya, karena lalu lintas kendaraan Padang - Bukittinggi maupun sebaliknya sangat rendah. Namun demikian, pemerintah daerah harus tetap berusaha untuk merealiasikan jalan tol Padang - Bukittinggi tanpa harus memakai pihak ketiga," ujarnya.

Lebih lanjut Mawardi juga mengatakan bahwa dirinya sangat mendorong pembangunan jalan tol Padang -Bukittingi segara direalisasikan, karena sangat berdampak kepada pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat Sumbar.

baca juga: Vaksinasi Pedagang di Pasar Raya Padang Dimulai, Dinas Perdagangan: Ayo, Pedagang Pasar Lainnya Boleh Ikut

"Pemerintah jangan berharap kepada pihak swasta. Jalan tol harus segara dibangun. Pemerintah daerah maupun pusat harus memikirkan dampak ekonomi dan sosial masyarakat, serta jangan memikirkan keuntungan secara ekonomis," bebernya.

Mantan Rektor UNP ini juga mengingatkan pemerintah untuk memikirkan nasib perekonomian Sumbar kalau jalan tol tidak segera dibangun. Sebab, kalau tidak ada jalan tol , maka harga kebutuhan pokok seperti sembako dan harga komiditi lainnya bakal terus meningkat, dan itu disebabkan karena tingginya biaya transportasi barang ke Sumbar.

baca juga: Ratusan Pegawai Dinas Perdagangan Kota Padang Vaksinasi Corona di Pasar Raya

Begitu juga sebaliknya. Jika ada jalan tol di Sumbar, maka akses transportasi kendaraan barang akan cepat dan murah. Dan ini, akan berdampak kepada murahnya harga kebutuhan pokok di Sumbar.

"Selain itu, dengan adanya jalan tol , maka kehidupan perekonomian masyaraklat di sekeliling jalan tol juga akan meningkat yang ujungnya akan berdampak kepada peningkatan ekonomi di Sumbar," pungkasnya

Penulis: Riki