Kegiatan Investasi Bodong UN Swissindo Resmi Dihentikan

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan resmi menghentikan kegiatan investasi bodong yang dilakukan oleh United Nation World Trust International Orbit (UN Swissindo) karena tidak memiliki izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing mengatakan penghentian tersebut dilakukan setelah pihaknya bersama kepolisian memanggil pimpinan UN Swissindo, Sugihartono atau yang dikenal dengan Sugihartonotonegoro alias Sino.

baca juga: Tahun Ini, OJK Terima Puluhan Ribu Aduan Terkait Fintech

"Penghentian ini seiring dengan penandatanganan surat perjanjian oleh pimpinan UN Swissindo," katanya.

Kegiatan UN Swissindo resmi dihentikan setelah muncul penawaran pelunasan utang kepada masyarakat dan pemberian voucher human obligation VM1 serta segala kegiatan lainnya yang dilakukan oleh lembaga tersebut.

baca juga: Lemahnya Pengawasan OJK Sebabkan Menjamurnya Pinjol Ilegal, Komisi XI DPR: Apa Harus Presiden yang Turun Tangan?

"Ditambah lagi, UN Swissindo tidak mengantongi izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," sebut Tongam.

Menurut Tongam, UN Swissindo selama ini telah beroperasi di beberapa daerah dan mengaku sebagai lembaga dunia yang bisa mengeluarkan surat pelunasan utang masyarakat kepada lembaga jasa keuangan serta memberikan voucher kepada masyarakat untuk mengambil uang sebesar USD1.200,- atau Rp15.600.000,- di Bank Mandiri.

baca juga: Mau Investasi? Ini Cara Cek Keaslian Legalitas Perusahaan Melalui OJK

"Kegiatan yang dilakukan oleh UN Swissindo tersebut tidak benar, karena surat pelunasan yang diterbitkan tidak diakui oleh lembaga jasa keuangan dan voucher yang diberikan juga tidak dapat dicairkan di Bank Mandiri," jelas dia.

Setelah resmi dihentikan, impinan UN Swissindo meminta maaf atas segala tindakan yang telah dilakukan yang mengakibatkan keresahan pada masyarakat dan sektor jasa keuangan dan yang bersangkutan tidak akan mengulangi perbuatannya kembali.(*)

baca juga: OJK: Hanya Ada 104 Pinjaman Online yang Legal

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa