Menteri ESDM : Indonesia Bisa Bangun Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Indonesia mengaku sanggup membangun pembangkit listrik energi terbarukan (EBT) berkapasitas 3000 megawatt.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan . Ia mengklaim, pembangunan tersebut bisa dilakukan hingga 2019 mendatang.

baca juga: Semen Padang Targetkan Efisiensi Energi 3 Persen Pada 2024

"Kalau diberi kesempatan, saya yakin bisa," katanya.

Jonan meyakini target tersebut karena dalam 10 bulan pertama masa kepemimpinannya, ia mampu memenuhi kontrak dan membangun pembangkit listrik berbasis EBT mencapai 1000 megawatt.

baca juga: Optimalkan EBT, Menteri ESDM: Transisi Energi Mutlak Diperlukan

Dari jumlah itu, 700 MW di antaranya merupakan kontrak pembangunan kelistrikan yang telah ditandatangani. Sisanya, sebanyak 300 MW merupakan operasi komersial (Commercial Operation Date/COD) yang berbasis EBT gheotermal.

"Untuk di geothermal, selama saya 10 bulan ada yang COD dan sebagainya itu 300 MW. Jadi, total 1000 megawatt," papar Jonan.

baca juga: Peneliti Sebut Penggunaan Nuklir Sebagai Sumber Energi di Indonesia Sangat Beresiko, Ini Alasannya

Kemudian di sisi lain, pemerintah juga telah berkomitmen mempercepat perizinan untuk tanda tangan kontrak pembangunan pembangkit listrik berbasis EBT tersebut.

Namun, di satu sisi, ia juga meminta PT PLN (Persero) turut mempercepat cara kerja, sehingga pengajuan proposal proyek dapat diteken lebih cepat juga.

baca juga: Semen Padang Dorong Efisiensi Energi dengan Optimalisasi Pembangkit Sendiri

"Kalau PLN tidak pakai surat dulu untuk mengajukan usulan, rapat di Bogor, rapat lagi di Bali, terus ke Batam, rapat lagi di kantor PLN, itu semua tidak ada. Bisa lebih cepat," jelasnya.

Bersamaan dengan percepatan dan target tersebut, Jonan yakin, target lain, yaitu bauran EBT bisa mencapai 23 persen dari total penggunaan energi sampai tahun 2025 mendatang.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa