Hindari Kerugian PLN, Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik

Menteri ESDM, Ignasius Jonan
Menteri ESDM, Ignasius Jonan (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan pemerintah tidak akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) hingga akhir tahun 2017.

Keputusan tersebut katanya juga sudah disepakati oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

baca juga: Kementerian ESDM Gelar Lomba Tulis Jurnalistik dan Fotografi, Ada Kategori Instagram dan Blogger

"Hal itu sudah diputuskan oleh Presiden, mulai 1 Oktober hingga 31 Desember nanti tidak ada kenaikan tarif dasar listrik," katanya.

Pemerintah terakhir kali melakukan penyesuaian pada Juni 2017 untuk periode Juli—September 2017.

baca juga: Pemerintah Pastikan Tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik Hingga Juni 2020

Kenaikan tersebut membuat TDL untuk rumah tangga dengan daya 900 VA sebesar Rp1.352 per kwh dan Rp1.467,28 per kwh untuk daya 2.200 VA, 3.500 VA hingga 6.600 VA.

Menurutnya keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan dua aspek, yakni untuk mendukung daya beli masyarakat dan potensi kehilangan pendapatan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang masih bisa ditanggung.

baca juga: Pemerintah Jamin Kualitas B30, Ini Penjelasan Direktorat EBTKE ESDM

"Apabila tarif dipatok tetap, PLN akan mengalami potensi kehilangan pendapatan sebesar Rp4 triliun—Rp5 triliun," ucap Jonan.

Kendati begitu, hal ini tidak terlalu berdampak terhadap total pendapatan PLN yang mencapai lebih dari Rp300 triliun per tahun.

baca juga: Kementerian ESDM Raih Pengelola LHKPN Terbaik

Mengenai harga keekonomian, Jonan menyebutkan PLN memang harus lebih efisien dalam melakukan perawatan.

"Kalau energi primer kan itu campur tangannya pemerintah masih besar. Kalau gas kan sudah diatur. Kalau ngatur batubara ya kita mesti rapat dengan asosiasi produsen batu bara," pungkas Jonan kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa