Produksi Jagung Sumbar Masih Untuk Kebutuhan Lokal

Perkebunan Jagung
Perkebunan Jagung (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencatat produksi jagung di daerah itu mencapai 594.329 dari bulan Januari hingga Agustus 2017.

Produksi Jagung tersebut berasal dari perkebunan rakyat dengan luas 85.538 hektare.

baca juga: Usung Program Kerakyatan, Masyarakat Pasar Gadang Pancung Soal Pessel Dukung Fakhrizal-Genius Umar Pimpin Sumbar

"Produksi hingga akhir tahun diperkirakan akan terus bertambah karena area tanam juga berkembang," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar , Candra.

Pemerintah mencatat, kawasan sentra produksi tanaman pangan adalah Pasaman Barat dengan produksi 227.444 ton, Pesisir Selatan 73.328 ton dan Agam sebanyak 72.655 ton.

baca juga: Masyarakat Sumbar akan Divaksin COVID-19? Gubernur Minta Disosialisasikan Dulu

"Jumlah produksi Jagung saat ini masih untuk kebutuhan lokal, terutama untuk pakan ternak dengan tingkat kebutuhan yang mencapai 560 ribu ton per tahun," jelas Candra.

Kemudian dia menyebutkan kendala yang berkaitan dengan penguasaan jagung di Sumatera Barat oleh pedagang pengumpul, sehingga petani bisa segera menjualnya setelah panen karena sudah terikat kontrak.

baca juga: Milad ke 65, UMSB Launching Logo Baru

"Artinya jika pasokan jagung ke industri pengolahan pakan terganggu, maka harga pakannya menjadi tinggi, yang sering menjadi masalah," kata dia.

Untuk mengatasinya, pihaknya mengajak petani untuk membuat sistem kontrak.

baca juga: Alwis Ajak Masyarakat Sukseskan MTQ Nasional di Sumbar

"Kami akan membuat kontrak dimana 25 persen produksi akan dikendalikan dan dibeli berdasarkan lahan tertanam," tuturnya.

Selain itu, ia juga berusaha menghidupkan kembali lahan yang tidak produktif untuk menanam jagung . Jika lahannya tidak layak menanam padi maka akan mengakibatkan petani menanam jagung .

"Di Kabupaten Sijunjung, banyak lahan ditinggalkan sebelum hujan menanam padi, padahal saat itulah kita langsung meminta petani menanam jagung ," pungkas Candra.

Sedangkan untuk produksi tahun 2016, dia menyebutkan realisasi produksi mencapai 711.532 ton dengan luas panen 101,615 hektare.

Untuk memudahkan proses produksi, ia memberikan bantuan dalam bentuk tangki penyimpanan air, alat, mesin pertanian, perbaikan irigasi dan sebagainya.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa