Ekspor Sumbar di Bulan September Turun 31,99 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi (Fur Europe)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik Sumatera Barat mencatat nilai ekspor daerah itu pada bulan September 2017 lalu mencapai 125,30 juta dolar Amerika Serikat.

Perhitungan nilai ekspor di bulan September ini terbilang lebih rendah dari bulan sebelumnya dengan penurunan sebesar 31,99 persen.

baca juga: Kelabui Petugas dengan Surat Nikah Palsu, ASN Ini Tak Berkutik Setelah Tahu Satpol PP Pasbar Datang Bersama Istri

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya, nilai ekspor Sumbar juga menurun dengan persentase 22,19 persen.

Namun secara kumulatif tahunan dari bulan Januari hingga September 2017, totalnya mencapai 1.585,68 juta dolar AS atau naik 32,02 persen, dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

baca juga: Andre Rosiade Bantu Istri Sopir Bus yang Terkena Kanker Payudara

Berdasarkan data, Golongan barang ekspor pada bulan September 2017 paling besar adalah lemak & minyak hewan/nabati sebesar 80,28 juta dolar AS.

Kemudian, diikuti oleh golongan karet dan barang dari karet sebesar 29,49 juta dolar AS, dan golongan beberapa produk kimia sebesar 4,97 juta dolar AS.

baca juga: Korban Banjir di Lengayang Dapat Bantuan dari Darul Siska

Selama September itu, negara tujuan ekspor nonmigas bulan September 2017 terbesar adalah ke negara India sebesar 37,82 juta dolar AS.

Selanjutnya negara Amerika Serikat sebesar 29,49 juta dolar AS, dan ke negara Singapura sebesar 16,56 juta dolar AS.

baca juga: Sampai di Mesir Perjuangan Nabila Belajar di Al-Azhar Segera Terwujud, Orangtua: Terimakasih Semua Donatur

Menurut catatan, ekspor ke negara India memberikan peranan sebesar 37,67 persen terhadap total ekspor Sumatera Barat, Amerika Serikat 22,72 persen dan Singapura 10,42 persen pada Januari-September 2017.

Sedangkan menurut sektor, ekspor produk industri pengolahan bulan September 2017 mengalami penurunan sebesar 32,93 persen dibanding ekspor Agustus 2017.

Kepala BPS Sumbar , Sukardi mengatakan data ekspor tersebut dikumpulkan dari dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang diisi oleh Eksportir dan telah diberikan ijin muat oleh Kantor Pelayanan Bea dan Cukai.

"Selanjutnya melalui Bank Indonesia dokumen PEB dikirim ke Badan Pusat Statistik (BPS). Pencatatan dilakukan dari dokumen PEB yang dimuat dari pelabuhan ekspor yang ada di Provinsi Sumatera Barat," jelasnya.

Menurutnya sistem pengolahan menggunakan sistem "carry over". Dengan metode ini dokumen-dokumen dari daerah ditunggu selama satu bulan setelah bulan berjalan. Dokumen yang datang terlambat akan dimasukkan dalam pengolahan bulan berikutnya.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa