Produksi Komputer Dorong Pertumbuhan IMK Pada Triwulan 3 2017

Ilustrasi
Ilustrasi (Dok. Klikpositif)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik ( BPS ) mencatat pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) pada triwulan III 2017 sebesar 5,34 persen (YoY), atau terbilang naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh produksi industri komputer, barang elektronika dan optik.

baca juga: Ingin Kuasi Industri Mobil Listrik, Huawei Tanam Modal Rp 14,6 triliun

Menurut data, kenaikan produksi industri tersebut mencapai 35,99 persen.

"Selain itu, industri kimia dan barang dari bahan kimia juga naik 24,56 persen serta industri kertas dan barang dari kertas naik 19,97 persen," katanya.

baca juga: Awal 2021 Rolls-Royce Motor Catatkan Peningkatan Penjualan 62 Persen

Selain itu, BPS juga mencatat adanya penurunan produksi industri manufaktur mikro dan kecil pada triwulan III 2017. Industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri pengolahan tembakau turun 21,92 persen. 

Kemudian, untuk industri mesin dan peralatan yang tidak termasuk dalam lainnya (ytdl) juga turun 14,93 persen serta industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional turun 11,55 persen.

baca juga: Diupgrade, Varian Terbaru Honda Monkey Punya Fitur Baru

Lalu jika dibandingkan dengan triwulan II 2017, pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2017 naik sebesar 0,66 persen.

Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, naik 16,67 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri mesin dan perlengkapan ytdl, turun 26,05 persen.

baca juga: Honda REcall CR-V, Indonesia Tunggu Kabar dari Jepang

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2017 (y-on-y) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Kalimantan Tengah, naik 31,41 persen.

Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah Provinsi Sumatera Barat, turun 6,24 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2017 (q-to-q) pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Provinsi Papua Barat, naik 25,27 persen.

Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan pertumbuhan adalah provinsi Kalimantan Utara, turun 7,35 persen.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa