Sepanjang September 2017, Penjualan Ritel Lesu

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bank Indonesia mencatat sepanjang bulan September 2017, penjualan bisnis ritel tumbuh lesu. Hal itu tergambar dalam hasil survei penjualan eceran Bank Indonesia .

Menurut data, indeks penjualan riil (IPR) pada September 2017 hanya tumbuh 1,8 persen atau terbilang melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 2,2 persen.

baca juga: Bayar Utang, Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 137,1 Miliar Dolar AS

Perlambatan penjualan ritel terutama didorong oleh melambatnya penjualan ritel makanan dan turunnya penjualan ritel non makanan.

Dari data tersebut dijelaskan bahwa kelompok makanan tumbuh 7,6 persen (yoy), melambat dibanding bulan sebelumnya.

baca juga: Walikota Payakumbuh Lakukan Penandatanganan TP2DD Bersama Perwakilan BI Sumbar

Sementara kelompok nonmakanan, mengalam kontraksi yang semakin dalam dari -5,9 persen pada Agustus 2017 menjadi 6,2 persen pada September 2017.

Survei tersebut kemudian mengindikasikan adanya kontraksi pertumbuhan tahunan IPR pada 3 kota, dengan kontraksi terdalam terjadi di Denpasar, yakni sebesar 12,6 persen.

baca juga: Pemulihan Ekonomi Nasional, DPR: BI Perlu Siapkan Data Akurat UMKM

Penjualan ritel juga diperkirakan akan kembali tumbuh melambat pada Oktober 2018 dengan pertumbuhan hanya sebesar 1,3 persen (yoy).

Perlambatan terutama dikontribusi oleh kontraksi kelompok nonmakanan sebesar -9,4 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya.

baca juga: Ingin Buat Uang Digital, Pemerintah Indonesia Diminta Pertimbangkan Untuk Mengadopsi Sistem Blockchain

Sedangkan untuk penurunan penjualan (nonmakanan) berdasarkan analisa Bank Indonesia disebabkan oleh penuruanan penjualan produk elektronik.

Penjualan ritel diperkirakan BI baru akan kembali meningkat pada Desember 2017. Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) 3 bulan yang akan datang sebesar 153,1, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya 141.

Seiring penjualan yang meningkat, tekanan kenaikan harga juga diperkirakan akan meningkat pada Desember dibanding bulan sebelumnya.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa