Survei BPS: Pekerja di Indonesia Didominasi Buruh

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik Indonesia melalui hasil Survei Angkatan Kerja Nasional ( Sakernas ) Agustus 2017 mencatat, pekerja di Indonesia didominasi oleh buruh .

Buruh disini dalam rincian adalah karyawan atau pegawai sebuah perusahaan yang mana persentasenya mencapai 39,7 persen.

baca juga: Utang Pemerintah Terus Bertambah, DPR: Harus Bisa Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kemudian di posisi kedua diisi oleh pekerja berusaha sendiri mencapai 19,1 persen, lalu pekerja berusaha sendiri dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar sebesar 14,9 persen.

Di posisi selanjutnya pekerja Indonesia diisi oleh pekerja tak dibayar sebesar 12,3 persen, sementara pekerja bebas mencapai 10,7 persen. Sedangkan pekerja yang berstatus berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar hanya 3,3 persen.

baca juga: Sektor Pertanian Tunjukan Pertumbuhan Positif, BPS: Serap 30 Persen Tenaga Kerja Indonesia

Sakernas sendiri merupakan kegiatan pengumpulan data ketenagakerjaan yang dilaksanakan di seluruh wilayah Republik Indonesia dengan sampel yang tersebar di seluruh provinsi baik di daerah perkotaan maupun perdesaan.

Sampel terpilih untuk Sakernas Agustus 2017 sebanyak 200.000 rumah tangga dengan tingkat pemasukan dokumen 98,47 persen.

baca juga: Larangan Mudik, Pemerintah Minta Buruh dan TKI Tak Mudik

Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, tenaga kerja yang bekerja sebagai buruh di perkotaan memiliki persentase lebih besar daripada di perdesaan, yaitu 53,4 persen dibanding 24,3 persen.

Sebaliknya, di daerah perdesaan memiliki persentase pekerja bebas yang lebih tinggi daripada di perkotaan, yaitu 13,9 persen dibanding 7,9 persen.

baca juga: BPS : Daya Beli Lesu, Inflasi Maret 0,08 Persen

Sementara untuk pekerja berstatus berusaha sendiri memiliki persentase yang hampir sama antara daerah perkotaan dan daerah perdesaan yaitu berkisar 19,0 persen.

Dari hasil survei itu pula disebutkan bahwa dua provinsi dengan persentase tertinggi untuk pekerja yang berstatus berusaha sendiri terdapat di Provinsi Maluku dan Provinsi Sulawesi Utara (masing-masing sebesar 30,2 persen dan 25,6 persen), sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Papua (14,0 persen) dan Provinsi Bali (14,8 persen).

Persentase tertinggi untuk pekerja yang berstatus buruh terdapat di Provinsi DKI Jakarta (68,3 persen) dan Provinsi Kepulauan Riau (65,2 persen), sementara persentase terendah terdapat di Provinsi Papua (20,9 persen) dan Provinsi NusaTenggara Timur (22,0 persen).

Provinsi dengan persentase tertinggi untuk pekerja bebas adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat (20,1 persen) dan Provinsi Lampung (15,5 persen). Sedangkan persentase terendah terdapat di Provinsi Papua (1,1 persen), dan DKI Jakarta (2,8 persen).(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa