Program Transaki Non Tunai Sumbar Jadi Monopoli Satu Perbankan?

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU ) Kantor Perwakilan Medan Perwakilan Medan, Abdul Hakim Pasaribu, mengkaji instruksi Gubernur Sumatera Barat terkait pelaksanaan transaksi non tunai dilingkup Pemprov terkait.

Hal itu diketahui setelah informasi yang diterima KPPU , bahwa ada indikasi monopoli transaksi non tunai yang diarahkan Pemprov pada perbankan tertentu.

baca juga: Resmikan Perbaikan Jalan Lareh Sago Halaban Payakumbuh - Sitangkai, Gubernur: Truk Jangan Melebihi Tonase

"Lingkup kerja kami termasuk Sumbar. Kami akan review kebijakan itu. Kami ada instrumen daftar periksa untuk melihat, apakah kebijakan bertentangan atau tidak dengan UU Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Kalau melanggar, kita bisa berikan masukan," katanya.

Ia menilai, gerakan non tunai yang dilaksanakan pemerintah daerah sangat perlu didukung. Sebab, hal itu merupakan langkah mencegah perilaku korupsi.

baca juga: KPPU Menangkan Andre Rosiade soal Predatory Pricing Semen China

"Semua transaksi non tunai tentu terdata, sehingga mudah diawasi," ujarnya.

Namun, katanya teknis pelaksanan transaksi non tunai harus menghormati prinsip persaingan usaha yang sehat. Sehingga, semua perbankan dapat kesempatan sama untuk ikut menyukseskan non tunai.

baca juga: Perantau Minang Sulbar di Tenda-tenda Pengungsian Berharap Bantuan dari Sumbar

"Boleh saja menunjuk satu bank, namun harus juga melalui mekanisme, misalkan seleksi atau tender," ucap Abdul.

Seperti diketahui, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengeluarkan instruksi nomor 3 tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Transaksi Non Tunai pada 29 September 2017.

baca juga: Unand Kirim Tim Medis ke Sulawesi Barat

Instruksi tersebut dilakukan menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Daerah.

[Cecep Jambak]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa