Produksi Jagung Sumbar Meningkat 28 Ribu Ton

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mencatat, produksi jagung di daerah itu meningkat sebesar 28 ribu sepanjang tahun 2017.

Dengan peningkatan tersebut, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat ( Sumbar ) Candra mengatakan secara keseluruhan jumlah produksi jagung mencapai 650 ribu ton.

baca juga: Korban Banjir di Lengayang Dapat Bantuan dari Darul Siska

"Jumlah itu berasal dari kebun jagung seluas 1,13 juta hektare yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat," katanya.

Sejumlah daerah yang mengalami peningkatan produksi di Sumbar yakni Kabupaten Pasaman, Agam, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Solok Selatan, Dharmasraya, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

baca juga: Unand Kirim Tim Medis ke Sulawesi Barat

"Daerah lainnya, hanya memiliki luas lahan jagung yang tergolong sangat sedikit," katanya, Selasa 12 Desember 2017.

Menurutnya peningkatan produksi disebabkan karena pola tanam yang diatur ditingkat petani.

baca juga: Sampai di Mesir Perjuangan Nabila Belajar di Al-Azhar Segera Terwujud, Orangtua: Terimakasih Semua Donatur

Mereka (petani) bersama pihak nagari membuat kesepakatan untuk prioritas menanam jagung , seperti yang terjadi di Kabupaten Agam.

"Jadi, mereka yang atur, tahun ini tanam jagung saja dulu, tahun depan padi. Seperti itu polanya," jelas Candra.

baca juga: Awali Tahun Baru, Bupati Irfendi Arbi Raih Penghargaan Peduli HAM

Kemudian petani juga paham dalam pemilihan bibit jagung . Jenis jagung yang banyak ditanam di perkebunan Sumbar ini yakni jagung hibrida.

Jagung itu dinilai memiliki kualitas yang bagus dan cocok ditanam pada kondisi cuaca di sejumlah daerah di Sumbar .

Dijelakan Candra, hasil produksi jagung di Sumbar sebagian besarnya digunakan untuk pakan ayam. Buktinya, dari produksi 650 ribu ton, 100 ribu ton nya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

"Di Sumbar ini banyak peternak ayam potong. Jadi kebutuhan pakan itu cukup tinggi seperti peternak ayam yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Padang, dan beberapa daerah lainnya," tegasnya.

Kendati meningkat, perubahan cuaca masih menjadi ancaman bagi produksi. Sebab ketika cuaca dominan hujan, maka jagung akan mudah berjamur. Jika sudah begitu harga jual jagung pun akan turun.

"Saat ini harga jagung kering Rp4.000 per kilogramnya. Jadi, apabila jagung nya pada kualitas rendah, maka harga akan jatuh hingga mencapai Rp3.000 per kilogram," pungkas Candra kemudian.

Namun Candra berharap masyarakat tetap mempertahankan pola tanam masyarakat sehingga tercapai swasembada pangan yang merupakan program dari pemerintah pusat.

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa