Sempat Melemah, Kini Harga Emas Mulai Menguat

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Harga emas  menguat usai melemah selama empat sesi perdagangan terakhir. Ditambah dolar Amerika Serikat (AS) tertekan usai the Federal Reserve atau bank sentral AS menaikkan suku bunga.

The Federal Reserve menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2017. Suku bunga bank sentral AS naik dari 1,25 persen menjadi 1,5 persen. Diperkirakan bank sentral AS kembali menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2018.

baca juga: Tak Banyak Berubah, Emas Batangan Dijual Rp 933 Ribu Per Gram

"Pernyataan kebijakan the Fed juga menunjukkan sikap berhati-hati dan dapat juga agresif. Diperkirakan inflasi tetap bertahan dan sangat rendah. Namun pertumbuhan ekonomi cukup dapat membuat bank sentral menaikkan suku bunga lebih tinggi," ujar Brien Lundin, Editor Gold Newsletter, seperti dikutip dari laman Marketwatch via liputan6.com, Kamis (14/12/2017).

Ia menuturkan, tak heran bila reaksi terhadap emas positif. Hal itu sesuai yang diharapkan lantaran, harga emas cenderung tertekan usai kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

baca juga: Harga Emas Dunia Jatuh, Terpengaruh Dolar yang Terus Menguat

"Rencana the Federal Reserve untuk memperketat suku bunga juga melihat kondisi ekonomi. Namun jika dilihat dari dua tahun terakhir diperlukan waktu beberapa hari dan minggu agar emas dapat kembali pulih," ujar dia.

Harga emas naik 0,6 persen atau US$ 6,9 menjadi US$ 1.248,60. Sebelumnya harga emas bergerak di kisaran US$ 1.255 per ounce. Berdasarkan data FactSet, harga emas berjangka naik hampir 9 persen sepanjang 2017, sebagian besar didukung ketidakpastian geopolitik.

baca juga: Harga Emas Hari Ini Naik Rp 1.000

Selama sesi perdagangan, harga emas cenderung bertahan jelang pengumuman the Federal Reserve. Selain itu, data tingkat harga konsumen juga menunjukkan kenaikan pada November 2017. Melambatnya inflasi menjadi tantangan bagi bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga.

Kepala Investasi Wolfpack Capital, Jeff Wright menuturkan, harga emas juga mendapatkan dukungan dari rilis tingkat harga konsumen atau inflasi.

baca juga: Turun Lagi, Harga Emas Batangan Hari Ini Rp 926 Ribu Per Gram

"Dengan inflasi yang terus berlanjut. Ini akan perpanjang batas waktu untuk kenaikan suku bunga lebih besar pada kuartal II 2018," kata Jeff.

Harga emas  juga menguat didorong indeks dolar AS turun 0,5 persen. Bursa saham AS pun variasi dengan indeks saham Dow Jones catatkan penguatan.

Di antara harga komoditas logam lainnya, harga perak naik 1,3 persen ke posisi US$ 15.869 per ounce. Harga tembaga menguat 1,1 persen menjadi US$ 3.054 per pound.

Penulis: Iwan R