BI: Bansos Nontunai Perluas Akses Keuangan Masyarakat

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bank Indonesia mendukung penyaluran bantuan sosial secara nontunai untuk memperluas akses keuangan masyarakat.

Deputi Gubernur BI, Sugeng mengatakan penyaluran bantuan sosial nontunai diharapkan lebih efisien dan efektif, serta mendukung pencapaian prinsip 6T.

baca juga: Serahkan Bansos di Agam, Gubernur: untuk Meningkatkan Imun dan Iman

"Prinsip 6T tersebut yaitu Tepat Sasaran, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, Tepat Kualitas, Tepat Harga, dan Tepat Administrasi," katanya.

Tingkat inklusi keuangan di Indonesia masih rendah, seperti tercermin dari jumlah penduduk dewasa yang memiliki rekening pada layanan keuangan formal, yaitu sebesar 36% pada tahun 2014 (survey Bank Dunia, 2014).

baca juga: Bansos Kemenkumham Dibagikan kepada Warga Pariaman

Rendahnya angka tersebut berdampak negatif terhadap upaya penurunan kesenjangan sosial dan tingkat kemiskinan di Indonesia.

Dengan begitu, pemerintah bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan berkomitmen mendorong akses keuangan di Indonesia melalui pengembangan dan dukungan kebijakan keuangan inklusif.
"Komitmen nasional tersebut telah dimulai sejak 2016, dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI)," jelas Sugeng.

baca juga: Gubernur Sumbar Sebut Bansos Bisa Tingkatkan Imun Masyarakat

Untuk mencapai target SNKI, yaitu 75% penduduk dewasa yang memiliki akses pada lembaga keuangan formal (banked people), dibentuk DNKI sebagai wadah koordinasi antar-Kementerian/Lembaga terkait.

"Dengan sinergi dan koordinasi yang semakin kuat antara seluruh pihak terkait, diharapkan tercapai kesamaan pandangan dalam upaya perluasan akses keuangan dan pelaksanaan penyaluran bantuan sosial secara nontunai," pungkasnya kemudian.(*)

baca juga: Serapan BLT Desa Sangat Rendah, Astera: Ada Tren Penurunan Jumlah Penerima dalam Beberapa Bulan Terakhir

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa