Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur dan Ayam Naik Signifikan di Pasar Raya Solok

Ibu-ibu tengah membeli telur di Pasar raya Solok
Ibu-ibu tengah membeli telur di Pasar raya Solok (KLIKPOSITIF/ Syafriadi)

SOLOK KOTA, KLIKPOSITIF -- Beberapa hari jelang perayaan Natal dan tahun baru 2018, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Raya Solok mengalami lonjakan signifikan dari biasanya.

Dari pantauan KLIKPOSITIF di Pasar Raya Solok, harga telur ayam buras yang biasanya di kisaran Rp1.000 per butirnya, kini dijual para pedagang dengan kisaran Rp1.400 hingga Rp1.500 per butirnya.

baca juga: Tak Banyak Berubah, Emas Batangan Dijual Rp 933 Ribu Per Gram

Begitu juga dengan harga telur puyuh, biasanya berada di kisaran Rp170 per butirnya, kini dijual oleh pedagang dengan harga Rp220 per butir.

Menurut pedagang, kenaikan ini dipicu akibat kurangnya pasokan telur dari sejumlah daerah lainnya ke Kota Solok . Keterbatasan persediaan ini akibat meningkatnya permintaan ke daerah lain.

baca juga: Produk Halal Jadi Keunggulan Kompetitif UMKM Indonesia di Pasar Internasional

"Kondisi ini sudah sejak 10 hari terakhir, rata-rata kenaikan telur berkisar di angka 30 hingga 35 persen," ungkap Salah seorang pedagang telur pasar raya, Edi, Sabtu 23 Desember 2017.

Diakui Edi, kenaikan harga telur di pasar raya Solok kali ini merupakan kenaikan paling signifikan dibanding beberapa kurun waktu terakhir. Diperkirakan, harga telur akan kembali normal di pertengahan januari 2018.

baca juga: Investor Tak Lagi Khawatir Covid-19 Varian Omnicron, Harga Minyak Dunia Terus Menguat

Kenaikan harga telur juga diikuti dengan kenaikan harga ayam potong atau ayam broiler. Saat ini harga ayam potong perkilonya mencapai Rp21.700, padahal minggu lalu hanya di kisaran Rp17.000 per kilo.

Kenaikan harga ayam dan telur ini berimbas pada penjualan pedagang, rata-rata pedagang mengalami penurunan penjualan dari 30 hingga 50 persen. Hal ini dikarenakan menurunnya daya beli masyarakat.

baca juga: Infrastruktur Merata, Investasi di Luar Jawa Semakin Meningkat

"Semoga tidak naik lagi, sehingga daya beli masyarakat bisa kembali normal," ungkap salah seorang pedagang ayam, Lis. (Syafriadi)

Penulis: Eko Fajri