Harga Emas Meningkat, Ini Penyebabnya

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Harga emas  naik untuk sesi kedelapan berturut-turut terpicu pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) yang mendorong investor kembali membeli logam mulia. Sementara paladium tercatat melonjak dekati posisi dalam 17 tahun.

Melansir laman Reuters via liputan6.com, Kamis (28/12/2017), harga emas telah meningkat lebih dari 3 persen selama dua minggu terakhir karena dolar.

baca juga: Tak Banyak Berubah, Emas Batangan Dijual Rp 933 Ribu Per Gram

Harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi US$ 1,284.30 per ounce. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Februari naik US$ 1,40 per ounce menjadi US$ 1.288,90.

"Kekurangan likuiditas dan pelemahan dolar AS membawa lebih banyak minat ke logam mulia," kata Afshin Nabavi, Kepala Perdagangan MKS di Swiss.

baca juga: Harga Emas Dunia Jatuh, Terpengaruh Dolar yang Terus Menguat

Dia mengatakan, tampaknya ada sedikit minat fisik yang datang dari China saat mendekati momen Tahun Baru Imlek pada Februari. "Saya tidak akan terkejut jika pembelian ini berlanjut," dia menambahkan.

Adapun Dolar jatuh terhadap Euro. Pedagang mengatakan ada sedikit berita yang mendukung penguatan Euro, meskipun beberapa investor telah memposisikan penguatan baru terjadi di tahun depan.

baca juga: Harga Emas Hari Ini Naik Rp 1.000

Meskipun berada pada posisi statis di kuartal keempat, harga emas  naik 10 persen tahun ini, berada pada jalur kenaikan tahunan terbesar sejak 2010. Melemahnya dolar, kekhawatiran geopolitik yang berpusat di Korea Utara, dan penurunan suku bunga AS memberi pengaruh.

"Secara teknis, emas bergerak turun 38,2 persen dari level tertinggi pada 2017 di US$ 1.357 dan kini berada di USdi $ 1.282," kata Amit Kumar Gupta, dari Accroit Financial Services.

baca juga: Turun Lagi, Harga Emas Batangan Hari Ini Rp 926 Ribu Per Gram

Adapun logam mulia lainnya, paladium naik lebih dari 1 persen ke level tertinggi sejak Februari 2001 di posisi US$ 1.069,50 per ounce. Palladium telah menjadi pemain terbaik dari kelompok logam mulia pada 2017, dengan naik lebih dari 50 persen. (*)

Penulis: Iwan R