Mengintip Pergerakan Harga Pangan Sepanjang Desember 2017 (1)

Ilustrasi perdagangan sembako
Ilustrasi perdagangan sembako (Istimewa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Badan Pusat Statistik merilis secara nasional, rata-rata harga beras pada Desember 2017 naik 1,84 persen dibanding November 2017.

Data tersebut dalam laporan bulan data sosial ekonomi BPS yang dirilis pada 2 Januari 2018 lalu.

baca juga: 165 Ribu Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang Agustus 2020, BPS: Bukan Liburan

Dibandingkan dengan Desember 2016, harga beras naik 3,60 persen, atau lebih rendah dibandingkan inflasi tahun ke tahun periode yang sama sebesar 3,61 persen.

Artinya dengan kondisi seperti itu pemilik beras (pedagang, petani, konsumen, BULOG, dan industri berbahan baku beras) mengalami penurunan nilai riil sebesar 0,01 persen.

baca juga: Hingga September Inflasi 1,32 Persen, BPS: Inflasi Inti Terendah Sejak 2004

Kenaikan tertinggi terjadi di Denpasar dan Padangsidimpuan (masing-masing 6 persen), Tegal, Yogyakarta dan Kudus (masingmasing 5 persen).

Kemudian untuk harga cabai rawit naik 18,43 persen dibanding bulan November 2017 atau turun 36,40 persen dibanding Desember 2016.

baca juga: Neraca Dagang Agustus 2020 Surplus 2,33 Miliar Dolar AS

Kenaikan tertinggi terjadi di Sibolga (65 persen) dan Jambi (62 persen). Sedangkan harga telur ayam ras naik 11,39 persen dibanding bulan November 2017 atau naik 12,03 persen dibanding Desember 2016.

Kenaikan tertinggi terjadi di Cilacap (20 persen) dan Bulukumba (19 persen). Harga cabai merah naik 11,22 persen dibanding bulan November 2017 atau turun 21,63 persen dibanding Desember 2016.

baca juga: BPS: Daya Beli Masyarakat Agustus 2020 Masih Loyo

Kenaikan tertinggi terjadi di Sumenep (60 persen) dan Surakarta (55 persen).

Harga daging ayam ras naik 6,09 persen dibanding bulan November 2017 atau naik 4,97 persen dibanding Desember 2016.

Kenaikan tertinggi terjadi di Jambi (23 persen), Kupang, Tembilahan dan Samarinda (masingmasing 18 persen).

Harga ikan kembung naik 3,66 persen dibanding bulan November 2017 atau naik 7,11 persen dibanding Desember 2016.

Kenaikan tertinggi terjadi di Tanjung (47 persen) dan Gorontalo (24 persen). Sementara itu komoditas lain seperti daging sapi, susu kental manis, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu perubahannya relatif rendah.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa