Begini Progres Terbaru 5 Proyek Strategis Hulu Migas RI

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara mencatat tahun ini, ada 5 proyek hulu migas yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.

Lima proyek tersebut yaitu Jambaran Tiung Biru (JTB), Jangkrik, Tangguh Train-3, Indonesia Deepwater Development (IDD), dan Abadi (Masela).

baca juga: Bersaing di Jasa Pengiriman Barang, Pos Rilis Layanan Pos Instan

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas ) telah melaporkan progres terbaru kelima proyek tersebut per 31 Desember 2017.

Berdasarkan data SKK Migas , Lapangan Jangkrik di Selat Makasar sudah berproduksi (onstream) sejak Mei 2017.

baca juga: Pertamina Siap Operasikan 12 Storage BBM Baru

Proyek senilai USD 3,77 miliar ini sekarang sudah memproduksi gas 600 MMSCFD dan 4.000 Barel Kondensat Per Hari (BCPD). Lapangan Jangkrik termasuk dalam Blok Muara Bakau yang dikelola Eni Muara Bakau Ltd.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas ) telah melaporkan progres terbaru kelima proyek tersebut per 31 Desember 2017.

Kemudian Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) yang dikelola Pertamina EP Cepu saat ini sedang di tahap persiapan pra-konstruksi, ditargetkan mulai onstream pada 2020.

Nilai investasinya mencapai USD 2,05 miliar, produksi gas akan mencapai 330 MMSCFD. Pertamina EP Cepu telah menyepakati harga gas dengan pembeli, yaitu PLN, pada Agustus 2017.

Adapun Lapangan Tangguh Train-3 yang dikelola BP Berau Ltd saat ini sedang di tahap konstruksi dengan progres EPC Onshore 23,25% dan EPC Offshore 46,88%.

baca juga: Tunjang Target Produksi Migas, Menteri ESDM: Kita Perbaiki Iklim Investasi

Produksinya direncanakan mencapai 700 MMSCFD atau 3,8 MTPA. Nilai investasi di Tangguh Train-3 mencapai USD 11,13 miliar, fase I dijadwalkan onstream kuartal II 2020.

Berikutnya, proyek IDD senilai USD 6,98 miliar yang dijalankan Chevron Indonesia Company memiliki 3 lapangan, yaitu Gendalo, Gehem, dan Bangka.

Lapangan Bangka sudah onstream sejak Agustus 2016 dengan produksi gas 85 MMSCFD dan kondensat 2.400 BCPD.

baca juga: Andre Rosiade Dukung Pembenahan PT Asabri

Sementara Lapangan Gendalo dan Gehem sedang revisi Plan of Development (POD) dan tender pekerjaan Pre-Front End Engineering Design (Pre-FEED) untuk memlilih skenario pengembangan.

Lapangan Gendalo dijadwalkan onstream pada kuartal IV 2022 dengan produksi gas 700 MMSCFD dan kondensat 20.000 BCPD.
Sedangkan Lapangan Gehem onstream di kuartal II 2023 dengan produksi gas 420 MMSCFD dan kondensat 27.000 BCPD.

Terakhir, Lapangan Abadi di Blok Masela saat ini masih proses revisi POD-1, proses pengadaan Pre-FEED, AMDAL, klasifikasi lokasi potensial fasilitas produksi di darat.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa