Menkeu: Pengendalian Harga Beras Bisa Menjaga Inflasi 2018

Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani (Kementerian Keuangan)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Upaya pengendalian harga beras di pasaran dinilai memiliki peran penting untuk menjaga laju inflasi tahun 2018 ini.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia mengatakan kestabilan harga beras bakal menjadi perhatian utama pada awal tahun ini.

baca juga: Perangi Pandemi Virus Corona, Indonesia Pinjam Rp15,3 triliun ke Australia

"Kenaikan harga beras sudah menjadi perhatian pemerintah sejak akhir tahun 2017, dan berbagai upaya sudah dilakukan untuk menjaga pergerakan komoditas ini," katanya.

Dikutip dari Antara, Sri Mulyani menyebutkan Kementerian Keuangan siap berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian terkait tata kelola niaga agar harga beras kembali stabil.

baca juga: Sri Mulyani Sebut UU Cipta Kerja Bakal Perbaiki Ekosistem Investasi

Selain itu koordinasi juga dilakukan dengan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter melalui pengendalian inflasi inti, agar tidak mempengaruhi inflasi nasional secara keseluruhan.

"Pemerintah melihat faktor-faktor yang bisa dipengaruhi melalui policy, misalnya kebijakan impor beras dan kelancaran arus barang, sehingga inflasi bisa ditekan dan distabilkan pada level yang tetap terjaga rendah," jelas dia.

baca juga: Menkeu Tekankan SDM adalah Aset Paling Berharga Suatu Negara

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat beras merupakan komoditas kelima, setelah tarif listrik, biaya perpanjangan STNK, ikan segar dan bensin, yang dominan mempengaruhi inflasi pada 2017.

Meski demikian, harga beras yang tinggi pada November-Desember 2017 memberikan kontribusi yang signifikan pada tingkat inflasi nasional di dua bulan terakhir 2017.

baca juga: Sri Mulyani: Omnibus Law Cipta Kerja Keluarkan RI dari Kelas Menengah Bawah

Harga beras diperkirakan masih menyumbang inflasi pada Januari 2018, sehingga pemerintah berupaya untuk menstabilkan harga, termasuk mengimpor beras khusus sebanyak 500 ribu ton.

Sementara itu, pemerintah dalam APBN 2018 menetapkan asumsi inflasi sebesar 3,5 persen. Sedangkan, tingkat inflasi nasional pada 2017 secara keseluruhan tercatat sebesar 3,61 persen.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa