Tahun 2018, Pemerintah Alokasikan Rp2,5 triliun untuk Kredit Ultra Mikro

Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani (Kemenkeu)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Indonesia meluncurkan program Pembiayaan Kredit Ultra Mikro (UMi), untuk memperluas akses kredit masyarakat.

Program ini merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha.

baca juga: Sri Mulyani: Omnibus Law Cipta Kerja Keluarkan RI dari Kelas Menengah Bawah

Dalam program tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 triliun untuk memperluas pembiayaan hingga mencapai 800.000 nasabah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan program ini diharapkan dapat mendorong pemerintah daerah dan swasta untuk bekerja sama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sehingga jangkauan pembiayaan UMKM lebih luas lagi.

baca juga: Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Barang Impor 33 Sektor Industri

"Debitur bisa mendapatkan pinjaman bersama-sama, melakukan akad kredit kemudian bersama-sama saling mendukung," katanya.

Program UMi sendiri sebut Sri Mulyani menjadi salah satu bentuk fasilitator untuk memberikan kegiatan produktif dan aktif bagi masyarakat.

baca juga: Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Minus 2 Persen, Ini Kata Kemenkeu

Tahun 2017 merupakan periode program pilot pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Dalam periode piloting ini perkembangan penyaluran UMi di Provinsi Sumatera Utara sampai dengan hari ini telah tersalurkan kepada 33.490 debitur.

baca juga: Realisasi KUR Pertanian di Sumbar Masih Rendah, Ini Kendalanya

Jumlah debitur di tahun lalu tersebar di beberapa kota dan kabupaten oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Pegadaian (Persero).(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa