Penerimaan Pajak 2017 Tumbuh 15 Persen, Ini Pesan Sri Mulyani untuk DJP

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatatkan prestasi realisasi penerimaan pajak tahun 2017 yang tumbuh 15%.

Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh jajaran DJP untuk tidak berpuas diri. Menurutnya salah satu faktor yang membuat penerimaan pajak meningkat adalah perbaikan kondisi ekonomi global.

baca juga: Perangi Pandemi Virus Corona, Indonesia Pinjam Rp15,3 triliun ke Australia

"Pertumbuhan global meningkat, pertumbuhan negara-negara maju mulai meningkat dan itu membawa serta pertumbuhan komoditas eksport," katanya.

Menurut dia, DJP harus mampu memberikan kepastian tren penerimaan pajak . Sebab naik turunnya penerimaan bukan karena untung-untungan tapi juga harus didukung dengan kinerja yang baik.

baca juga: Sri Mulyani Sebut UU Cipta Kerja Bakal Perbaiki Ekosistem Investasi

Menkeu menyebutkan bahwa tahun lalu Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi (OP) tumbuh di atas 40%, namun ia inginkan keseimbangan beban pembayar pajak karyawan dan OP dapat disetarakan.

Dari tingkat kepatuhan, para pembayar pajak karyawan sudah cukup tinggi, tapi ia mengatakan kalau tidak semua bekerja di perusahaan formal.

baca juga: Menkeu Tekankan SDM adalah Aset Paling Berharga Suatu Negara

Dengan adanya akses informasi yang telah diberikan kepada DJP, Menkeu berharap pajak OP non karyawan dapat dioptimalkan lagi.

"Jangan lupa pajak adalah instrumen untuk mendukung tujuan negara Republik Indonesia. Dari pajak kita mampu mengambil sebagian dari harta atau income dari mereka yang mampu untuk diberikan kepada yang tidak mampu," ungkapnya.

baca juga: Sri Mulyani: Omnibus Law Cipta Kerja Keluarkan RI dari Kelas Menengah Bawah

Selain itu, ia juga mengingatkan dengan adanya Automatic Exchange of Informations (AEOI), DJP akan mendapatkan banyak data yang harus dikelola dengan hati-hati, sesuai dengan rambu-rambu dan protokol terhadap penggunaan data tersebut.

"Ada yang melakukan pelanggaran, saya tidak akan ampun. Saya akan cari pasal yang paling berat. Saya serius sekali tentang ini karena ini mengenai reputasi negara. Ini soal kepercayaan," tegas dia kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa