Begini Cara Warsi Sumbar Membantu Petani Solsel

Bantuan Warsi Sumbar
Bantuan Warsi Sumbar (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Untuk meningkatkan hasil produksi padi di organik di daerah Jorong Simancuang, Nagari Alam Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan , Komunitas Konserfasi Indonesia (KKI) Warsi memberikan Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggiling padi kepada masyarakat sekitar.

"Pemberian RMU ini adalah untuk memastikan bahwa padi yang dihasilkan oleh masyarakat di sini benar-benar organik, karena selama ini masyarakat menggiling padi di tempat umum dan berasnya jadi bercampur dengan beras konfensional," ujar Manager Program KKI Warsi, Rainal Daus, Senin 22 Januari 2018 di Simancuang.

baca juga: Pantauan Polres Solok Selatan, Minyak Goreng Kemasan Belum Satu Harga di Solsel

Menurutnya, dengan mendirikan RMU yang akan digunakan oleh masyarakat yang menanam padi secara organik akan menghasilkan beras yang benar-benar organik.

"RMU ini bisa digunakan oleh masyarakat yang menanam padi organik di daerah sini, sehingga beras yang dihasilkan itu memang benar-benar organik," ujarnya.

baca juga: Penambang Emas Tradisional di KPGD Berharap Kembali Bisa Menambang, Polisi: Kalau Ilegal Jelas Langgar Hukum

Ia mengatakan bahwa RMU tersebut bisa menggiling padi selama enam jam dan dianggap bisa menggiling seluruh padi yang akan dihasilkan dari lahan seluas 20 hektare di lokasi tersebut.

Ia mengatakan bahwa dari 40 Kepala Keluarga yang tergabung dalam kelompok petani organik di Jorong Simancuang akan menggiling padi di RMU yang telah diberikan itu.

baca juga: Terkait Biaya Pesangon yang di PHK, Wilmar Group di Solsel Buka Peluang Untuk Berunding dengan Buruh

Selain RMU, KKI Warsi juga membuat sebuah Unit Pengelolaan Pupuk Organik (UPPO) untuk petani padi organik di daerah tersebut.

"Selain RMU, kami juga membuat sebuah UPPO yang terletak agak jauh dari sini untuk dimanfaatkan masyarakat sebagai pupuk untuk tanaman padi mereka," lanjutnya.

baca juga: Ratusan Buruh Wilmar Group Mogok Kerja Menuntut Pesangon Dibayar Sesuai PKB

Selain UPPO, seekor sapi yang akan menghasilkan pupuk organik tersebut juga diberikan kepada masyarakat agar bisa menghasilkan pupuk organik yang baik.

"Selama tiga kali panen kami telah mendampingi masyarakat di sini untuk menanam padi organik dan kedepannya kami akan tetap melakukan pendampingan agar padi yang dihasilkan oleh masyarakat di sini benar-benar organik," sambungnya.

Ia berharap kedepannya agar masyarakat yang belum menanam padi secara organik agar bisa bergabung sehingga menghasilkan padi organik dan meningkatkan hasil panennya.

[Halbert Caniago]

Penulis: Iwan R