Gubernur: Harga Jual Produk Minang Mart Setara Harga Pasar

Irwan prayitno menyerahankan label minang mart secara simbolis kepada koperasi dan pedagang yang telah bergabung.
Irwan prayitno menyerahankan label minang mart secara simbolis kepada koperasi dan pedagang yang telah bergabung. (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

KLIKPOSITIF - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menegaskan bahwa pedagang tradisional yang nantinya tidak tergabung ke dalam Minang Mart tidak perlu khawatir soal harga karena Minang Mart akan menjual barang setara harga pasar.

“Kalau orang jual seribu kita akan jual seribu juga, pokoknya setara dengan harga pasar,” sebut Irwan Prayitno saat launching 1.000 Minang Mart di auditorium Gubernuran, Salasa, 24 Mei 2016.

baca juga: Masih Stabil, Emas Dijual Rp1 Juta Lebih Per Gram

Irwan menjelaskan, konsep Minang Mart bukan mendirikan bangunan baru melainkan bekerjasama dengan pedagang yang telah memiliki toko untuk dibranding Minang Mart sekaligus mendapat pasokan dengan harga murah.

Minang Mart nantinya dikelompokkan menjadi 4 kelas dari A sampai D. Kelas A yakni toko yang memiliki bangunan besar dan buka selama 24 jam. Kemudian, kelas B dengan kapasitas di bawah kelas A. Sementara kelas C untuk warung dan kelas D untuk pedagang gerobak yang diberikan modal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp 2 Juta.

baca juga: Akibat Pandemi, Deflasi Juli Capai 0,10 Persen

Dengan empat kelas yang ditawarkan, gubernur berharap semua pedagang yang ada di Sumbar tergabung dengan Minang Mart.

Ketika ditanya darimana saja suplai barang yang akan dibeli nantinya oleh Minang Mart, gubernur mengatakan,"siapa saja yang menjual dengan harga murah Minang Mart akan membelinya."

baca juga: Harga Minyak Dunia Alami Penguatan

Tidak tertutup kemungkinan, kata dia, Trans Mart juga akan menjadi salah satu penyuplai dengan syarat mereka menawarkan harga murah.

“Pada intinya program Minang Mart untuk menyejahterakan pedagang dan menekan inflansi di Sumbar,” katanya.

baca juga: Tarif Langganan Netflix Meningkat

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Elvia Mawarni