Bank Indonesia Akan Terbitkan Uang Digital untuk Pembayaran Domestik

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bank Indonesia akan menerbitkan mata uang digital bank sentral (Central Bank Digital Currency/CBDC) untuk transaksi pembayaran domestik.

Rencana itu seiring dengan kajian penggunaan teknologi pencatatan transaksi terintegrasi modern (blockchain).

baca juga: BI: Utang Luar Negeri Indonesia Menurun

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko. Ia mengatakan kajian dan rencana itu masih tahap awal.

Sejauh ini, ia melanjutkan, BI masih mengkalkulasi dampak dan mitigasi risiko jika kebijakan tersebut diterapkan.

baca juga: Dua Mall Terbesar di Padang Hadirkan Layanan Digital QRIS

"Belum ada rencana mau uji coba atau menerapkan. Kajian harus matang dahulu tentunya," katanya dikutip dari Antara.

Menurutnya, Bank Sentral negara-negara lain pun saat ini sedang mengkaji penggunaan blockchain dan mata uang digital bank sentral.

baca juga: Indeks Harga Konsumen (IHK) Gabungan Dua Kota di Sumbar Mengalami Inflasi pada Desember 2021

Terkait dengan itu, Onny mengatakan kajian BI juga akan melingkupi sektor-sektor tertentu yang akan difasilitasi penggunaan blockchain dan mata uang digital tersebut.

"Kita masih mendalami kelebihan dan kekurangannya, dan bila diterapkan yang paling aman dan efisien ditransaksi di sektor apa, ini sedang didalami," sebut Onny.

baca juga: Bank Indonesia Luncurkan BI-Fast, Biaya Transaksi Maksimal Rp 2.500

Teknologi blockchain merupakan teknologi dasar dalam penggunaan mata uang digital . Mata uang virtual yang diterbitkan swasta seperti Bitcoin, Etherum dan Ripple juga menggunakan teknologi itu.

Ketua Komite Moneter dan Keuangan Internasional Dana Moneter Internasional (IMF), termasuk pemimpin bank sentral yang berpandangan untuk membuka peluang penerbitan mata uang digital bank sentral.

"Tidak ada alasan kenapa bank sentral tidak mulai memikirkan tentang mata uang digital . Sama ketika dulu mereka percaya saat bank sentral membuat catatan fisik keuangan," kata Kganyago.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa