Tahun Ini, Kementerian ESDM Belum Naikkan Tarif Listrik

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Indonesia belum berencana untuk menaikkan tarif listrik di tahun 2018 ini. Hal itu seiring dengan kajian formula baru penyesuaian tarif listrik .

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsamman, "Yang jelas, belum ada rencana kenaikan listrik . Walaupun, kami mengkaji formula yang baru," katanya pada CNN.

baca juga: Promo Menarik dari PLN untuk Pelanggan, Paket Ramadan Peduli dan Ramadhan Berkah

Sebelumnya, Menteri ESDM , Ignasius Jonan juga mengungkapkan hal yang demikian, dimana menurut dia soal tarif listrik disesuaikan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Ia mengatakan pada Desember 2017 lalu, pemerintah tidak akan menaikkan tarif listrik untuk periode 1 Januari - 31 Maret 2018.

baca juga: Tiga Desa di Pasbar Telah Teraliri Listrik, GM Toni Wahyu: PLN Siap Bantu Pemerintah Melistriki hingga Pelosok Desa

Andy menyebutkan, rumusan formula baru penyesuaian tarif listrik dilakukan dengan memasukkan harga batu bara acuan. Selama ini, formula penyesuaian tarif listrik cuma memperhitungkan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harga minyak mentah Indonesia (ICP), dan inflasi.

Padahal, sampai akhir tahun lalu, porsi batu bara dalam bauran sumber energi pembangkit mencapai 57,22 persen. Sementara, porsi pembangkit yang sumber energinya berasal dari Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya sebesar 5,81 persen dan gas 24,82 persen.

baca juga: Masyarakat Dusun Buku Monga di Mentawai Telah Dapat Nikmati Aliran Listrik

Namun demikian, ia melanjutkan, masuknya harga batu bara acuan ke dalam formula tak serta merta mendongkrak tarif listrik dalam jangka panjang. Penambahan faktor harga batu bara bisa saja dikompensasi dengan turunnya faktor lain, seperti nilai tukar dan inflasi.

Selain itu, penerapan formula baru penyesuaian tarif listrik juga masih harus menunggu hasil koordinasi dengan berbagai Kementerian/Lembaga untuk mendapatkan masukan terkait berbagai hal. Kementerian ESDM katanya tidak bisa mengambil kebijakan sepihak.

baca juga: Tak Lagi Gelap-gelapan, PLN Salurkan Listrik ke Tiga Desa di Pasaman Barat

Adapun tarif listrik pelanggan nonsubsidi PLN untuk Tegangan Rendah (TR) saat ini ditetapkan sebesar Rp 1.467,28 per kilo Watt hour (kWh) kecuali untuk golongan 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM) TR, yaitu Rp 1.352 per kWh.

Kemudian, tarif listrik Tegangan Menengah (TM) Rp 1.114,74 per kWh, Tegangan Tinggi (TT) Rp 996,74 per kWh, dan tarif listrik di Layanan Khusus Rp 1.644,52 per kWh.(*)

Sumber: CNN Indonesia

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa