Tahun Ini, Kementerian ESDM Kebut Pembangunan Ketenagalistrikan 35 Ribu Megawatt

Ilustrasi pembangkit listrik
Ilustrasi pembangkit listrik (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Indonesia memprioritaskan pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt (MW) di tahun 2018.

Rencana tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan listrik yang memadai, merata dan terjangkau untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan investasi.

baca juga: Promo Menarik dari PLN untuk Pelanggan, Paket Ramadan Peduli dan Ramadhan Berkah

Tercatat hingga 15 Januari 2018, Program 35.000 MW yang telah beroperasi adalah sebesar 1.358 MW, dimana 466 MW diantaranya dibangun oleh PLN dan sisanya, sebesar 892 MW dari IPP.

"Pembangkit 35.000 MW yang telah beroperasi tersebar di wilayah Sulawesi dengan total 538 MW, disusul Sumatera 455 MW, Maluku dan Papua 135 MW, Kalimantan 126 MW, sedangkan sisanya tersebar di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 104 MW," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) Agung Pribadi.

baca juga: Tiga Desa di Pasbar Telah Teraliri Listrik, GM Toni Wahyu: PLN Siap Bantu Pemerintah Melistriki hingga Pelosok Desa

Saat ini kata Agung, sebanyak 17.096 MW sudah memasuki tahap konstruksi. Sebesar 5.657 MW oleh PLN dan 11.439 yang berasal dari pengembang swasta.

"Dari Proyek 35.000 MW, 17.096 MW atau sekitar 48% sudah masuk tahap konstruksi. Sementara 12.724 MW lainnya sudah kontrak namun belum kontruksi," jelas dia.

baca juga: Kiprah Tim STORE1908 Semen Padang dalam Mempertahankan Orisinalitas PLTA Rasak Bungo Sebagai PLTA Tertua di Indonesia

Jadi dengan begitu yang belum melakukan kontrak atau Power Purchase Agreement hanya 4.682 MW.

Menurut dia hal itu menunjukkan tren yang positif. Sebab sekitar 20.000 MW diantaranya ditargetkan beroperasi pada tahun 2019.

baca juga: Masyarakat Dusun Buku Monga di Mentawai Telah Dapat Nikmati Aliran Listrik

Di samping Proyek 35.000 MW terdapat juga pembangunan pembangkit yang berasal Fast Track Program (FTP) tahap 1 dan 2 serta Program Reguler yang berjumlah sekitar 7.800 MW.

Agung menjelaskan, ketiga program tersebut, sebesar 6.395 MW di antaranya telah beroperasi.

Sebagaimana diketahui, program 35.000 MW sangat berkontribusi terhadap rasio elektrifikasi. Hingga akhir tahun 2017, raihan rasio elektrifikasi Nasional mencapai 95,35%. Angka ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan, yaitu 92,75%.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa