Formulasi Baru Berpotensi Kenaikan Tarif Listrik

Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) memastikan formula baru penyesuaian tarif (tariff adjustment) bagi pelanggan nonsubsidi PT PLN (Persero) bakal membuat tarif listrik naik.

Pasalnya, formula baru penyesuaian tarif memasukkan faktor harga batu bara yang saat ini trennya menanjak.

baca juga: Masukan RUU Energi Terbarukan, Dodi Reza: Daerah Produsen Perlu Dapat Insentif

"Pasti (akan naik). Nanti harus mencari formulasi baru lagi kalau memang ada faktor yang perlu disesuaikan lagi," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Someng.

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan bakal mengubah formula tarif penyesuaian tenaga listrik pelanggan nonsubsidi mengingat formula yang berlaku saat ini tidak memasukkan faktor harga batu bara.

baca juga: Kementerian ESDM Komunikasikan Aksi Mitigasi Bencana Lewat "Ngaboba"

Sesuai Lampiran IX Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan oleh PT PLN (Persero), formula penyesuaian tarif pelanggan non listrik hanya memperhitungkan perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan inflasi.

Padahal, sumber energi pembangkit listrik terbesar di Indonesia berasal dari batu bara.

baca juga: Punya Rencana Pasang PLTS Atap? Cari Informasi Lengkapnya di e-SMART

Seperti diketahui, per akhir tahun 2017, porsi batu bara dalam bauran sumber energi pembangkit mencapai 57,22 persen. Sementera, porsi pembangkit yang sumber energinya berasal dari Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya 5,81 persen dan gas 24,82 persen.

Kendati demikian, Andy belum bisa memastikan berapa besaran kenaikan tarif listrik nanti akan terpengaruh. Pasalnya, hal itu masih dihitung.

baca juga: Tol Lintas Sumatera Dilengkapi SPKLU, Pengguna Kendaraan Listrik Tak Perlu Khawatir

Andy mengungkapkan perumusan formula baru penyesuaian tarif juga mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan listrik pelat merah tersebut.

"Pemerintah tidak akan mungkin membuat susah PLN. Kalau PLN susah nanti gelap," tutur dia.

Selanjutnya, Andy menyatakan formula baru tersebut telah dituangkan dalam rancangan Keputusan Menteri ESDM yang diharapkan terbit sebelum paruh pertama tahun ini.

Namun, Andy mengingatkan meskipun akhirnya beleid tersebut telah diterbitkan, formula penyesuaian tarif baru tersebut belum tentu langsung berlaku. Pasalnya, pihaknya masih harus berkoordinasi dengan berbagai kementerian/ lembaga terkait.

"Yang namanya pemerintah kan bukan hanya kelistrikan saja. Tetapi ada sektor lain. Jadi kami harus ada sinkronisasi," tukasnya kemudian.(*)

Sumber: CNN Indonesia

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa